{"id":2309,"date":"2026-04-06T08:00:00","date_gmt":"2026-04-06T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dawainews.com\/?p=2309"},"modified":"2026-04-06T07:57:46","modified_gmt":"2026-04-06T00:57:46","slug":"sako-adat-nan-di-adatkan-di-gauang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dawainews.com\/?p=2309","title":{"rendered":"Sako Adat Nan Di Adatkan Di Gauang"},"content":{"rendered":"\n<p>Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Sako artinya warisan yang tidak bersifat benda seperti gelar pusako. sako juga berarti asal, atau tua, seperti dalam kalimat berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sako dalam pengertian adat Gauang adalah segala kekayaan asal atau harta tua berupa hak atau kekayaan tanpa wujud.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekayaan yang in material ini disebut juga dengan sako kebesaran seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gelar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sifat Sako (Gelar Pusako) Nan Ampek<\/p>\n\n\n\n<p>Sako (gelar) seorang penghulu, Malin, Manti Dubalang, Imam, Bila, kati dan urang tua dalam Nagari Gauang adalah salah satu harta pusaka yang bersifat immaterial yang diwarisi dari nenek moyang Suku secara turun temurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan ketentuan adat jika seorang meninggal dunia, maka soko (gelar) yang disandangnya akan jatuh kepada salah seorang anak kemenakan yang bertali darah sesuai dengan mekanisme pemilihan menurut ketentuan adat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika seorang Penghulu, Malin, Manti, Dubalang, Iman, Bila, Katib dan urang tuo meninggal ada 4 kemungkinan di Nagari Gauang yang akan terjadi terhadap soko (gelar) yang disandangnya yang dalam adat disebut dengan \u201csifat soko nan ampek\u201d yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dipakai<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud dengan dipakai adalah gelar pusako (soko) tersebut telah memenuhi persyaratan sepanjang adat untuk disandang \/ dijabat oleh salah seorang dari anak kemenakan yang bersangkutan. Dengan kata lain telah ada kesepakatan diantara anak kemenakan yang sepayung sapatagak. Ketentuan adat tentang ini menyatakan :<\/p>\n\n\n\n<p>Tagak panghulu sapakat kaum, tagak rajo sapakat rantau<\/p>\n\n\n\n<p>Lah bulek aia ka pambuluh, lah bulek kato kamufakat<\/p>\n\n\n\n<p>Lah data balantai papan, lah licin balantai kulik<\/p>\n\n\n\n<p>Rumahlah sudah tokok tak babunyi<\/p>\n\n\n\n<p>Api lah padam puntuang tak barasok<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu dilanjutkan dengan upacara peresmian setelah mendapat persetujuan dari ninik mamak pasukuan serta kerapatan adat nagari untuk dipakai\/disandang\/dijabat oleh anak kemenakan yang telah disepakati tersebut (Darah di kacau, dagiang dilapah, tanduak ditanam).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dilipek<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud dengan dilipek adalah apabila diantara anak kemenakan tidak ada kata sepakat tentang calon yang akan menjabat soko (gelar). Dengan kata lain diantara ahli waris terjadi pertentangan dan perselisihan tentang calon yang akan ditetapkan untuk menyandang (memakai) gelar tersebut. Menjelang terjadi kesepakatan diantara ahli waris (anak kemenakan) maka gelar pusako (soko) tersebut buat sementara dilipek dulu, ibarat kain atau baju, karena orang yang akan memakainya belum jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya untuk malipek gelar ini dibebani dengan sejumlah kewajiban tertentu oleh kerapatan adat nagari yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penjelasan diatas jelas terlihat bagi kita bahwa kata sepakat (mufakat) diantara anak kemenakan yang sekaum (ahli waris) merupakan syarat mutlak untuk dapat dipakainya suatu soko (gelar) di Minangkabau, seperti apa yang ditegaskan oleh kaedah adat yang berbunyi :<\/p>\n\n\n\n<p>\u201ctagak panghulu sapakat kaum, tagak rajo sapakat rantau\u201d<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ditaruah \/ Tataruah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud dengan ditaruah \/ tataruah yaitu suatu soko (gelar pusako) belum dapat dipakai, karena didalam kaum tersebut belum ada kemenakan laki-laki yang berhak untuk menyandang soko (gelar pusako) tersebut, keadaan ini di sebut dengan putuih warih jantan) yang ada hanya ahli waris (kemenakan) yang perempuan saja. Sampai lahir seorang ahli waris laki-laki dalam kaum tersebut, maka status dari soko (gelar pusako) tersebut dalam adat Minangkabau disebut ditaruah\/tataruah atau disimpan saja dulu sampai orang yang akan memakai gelar atau soko tersebut lahir dalam kaum tersebut, yaitu seorang waris laki-laki (anak kemenakan laki yang bertali darah).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dibanam \/ Tabanam<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud dengan soko (gelar-pusako) berstatus dibanam\/tabanam, apabila di dalam kaum tersebut tidak ada lagi waris laki-laki yang bertali darah yang berhak memakai gelar pusaka (sako) tersebut, atau dalam bahasa adat disebut dengan \u201cPutuih warih nasab\u201d. Kalau bertemu keadaan yang demikian, maka soko (gelar pusako) dari kaum tersebut buat selama-lamanya tidak dipakai lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kok putuih warih nasab<\/p>\n\n\n\n<p>Salamo aie ilia, salamo gagak itam<\/p>\n\n\n\n<p>Nan soko dianyuik ka aie dareh<\/p>\n\n\n\n<p>Dibuang ka tanah lakang<\/p>\n\n\n\n<p>Nan soko tak bapakai lai<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Garis keturunan dari ibu yang juga disebut dengan \u201cSako Induak\u201d;<\/li>\n\n\n\n<li>Perilaku atau pribawa yang diterima dari aliran darah sepanjang garis keturunan ibu juga di sebut soko. Istilah soko induak ini dipersamakan dengan istilah matrilinial.<\/li>\n\n\n\n<li>Tata krama dan hukum sopan santun diwariskan kepada semua anak kemenakan dalam suatu nagari, dan kepada seluruh ranah Minangkabau.<\/li>\n\n\n\n<li>Sifat perangai bawaan juga di sebut dengan soko<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Soko sebagai kekayaan tanpa wujud merupakan rohnya adat dan memegang peranan yang sangat menentukan dalam membentuk moralitas orang Gauang dan kelestarian adat salingka nagari.<\/p>\n\n\n\n<p>Pantun<\/p>\n\n\n\n<p>Basakik urang di tangah pasa<\/p>\n\n\n\n<p>Nan murah hanyo babalanjo<\/p>\n\n\n\n<p>Jokok tak pandai mangganggam gala<\/p>\n\n\n\n<p>Patah puntiang karih bamato<\/p>\n\n\n\n<p>Tagak basuku paliharokan basa<\/p>\n\n\n\n<p>Tagak bakampuang paliharo kampuang<\/p>\n\n\n\n<p>Kok iyo alah bagala.<\/p>\n\n\n\n<p>Hujan paneh bakeh balinduang<\/p>\n\n\n\n<p>Diriwayatkan dengan sanad hasan dari Abi darda\u2019 r.a. bahwa Rasulullah Saw, bersabda:&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064f\u062f\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0622\u0628\u064e\u0627\u0626\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0623\u064e\u0633\u0652\u0645\u064e\u0627\u0621\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSesungguhnya pada hari kiamat nanti kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kalian.\u201d (HR. Abu Daud).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh Sako artinya warisan yang tidak bersifat benda seperti gelar pusako. sako juga berarti asal, atau tua, seperti dalam kalimat berikut. Sako dalam pengertian adat Gauang adalah segala kekayaan asal atau harta tua berupa hak atau kekayaan tanpa wujud. Kekayaan yang in material ini disebut juga dengan sako kebesaran seperti: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2219,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"slim_seo":{"facebook_image":"https:\/\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1-1.jpg","title":"Sako Adat Nan Di Adatkan Di Gauang - Dawai News.Com","description":"Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh Sako artinya warisan yang tidak bersifat benda seperti gelar pusako. sako juga berarti asal, atau tua, seperti dalam kalimat be"},"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[361],"class_list":["post-2309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-sako"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[{"id":2347,"url":"https:\/\/dawainews.com\/?p=2347","url_meta":{"origin":2309,"position":0},"title":"Pusako Adat Nan Diadatkan Di Gauang","author":"dw","date":"April 7, 2026","format":false,"excerpt":"Pusako Pusako adalah segala kekayaan materi dan harta benda yang juga disebut dengan Pusako Harato. sealin itu, Pusako ini merupakan jaminan utama untuk kehidupan dan perlengkapan bagi anak kamanakan di Minangkabau, terutama untuk kehidupan yang berlatar belakang kehidupan desa yang agraris. Berikut ini jenis harta pusako yang ada di Nagari\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Opini&quot;","block_context":{"text":"Opini","link":"https:\/\/dawainews.com\/?cat=14"},"img":{"alt_text":"Eceed20efa017191633cf3d7934c110b","src":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":2005,"url":"https:\/\/dawainews.com\/?p=2005","url_meta":{"origin":2309,"position":1},"title":"Limbago Nan Sapuluh Hukum Adat Nan Diadatkan Di Gauang","author":"dw","date":"Maret 6, 2026","format":false,"excerpt":"Disusun Oleh : D. Dt. Rajo Batipueh Hukum adat harus ditaati oleh seluruh warga Nagari Gauang, bersumber dari Limbago Nan Sapuluah. \u00a0Cupak Cupak Usali, \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Cupak Usali artinya azali, asli, ialah yang betul dan benar \u00a0seumpama melaksanakan kerja yang empat, shalat lima waktu \u00a0\u00a0\u00a0sehari semalam, Jum\u2019at sekali seminggu, sesuai dengan\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Opini&quot;","block_context":{"text":"Opini","link":"https:\/\/dawainews.com\/?cat=14"},"img":{"alt_text":"Eceed20efa017191633cf3d7934c110b","src":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b-1.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":1872,"url":"https:\/\/dawainews.com\/?p=1872","url_meta":{"origin":2309,"position":2},"title":"Adat Nan Sabana Adat di Nagari Gauang","author":"dw","date":"Maret 3, 2026","format":false,"excerpt":"Disusun Oleh : D. Dt. Rajo Batipueh Adat nan sabana adat adalah kenyataan yang berlaku tetap di alam, tidak pernah berubah oleh keadaan tempat dan waktu. Kenyataan itu mengandung nilai-nilai, norma, dan hukum. Di dalam ungkapan Masyarakat Nagari Gauang dinyatakan sebagai adat nan indak lakang dek paneh, indak lapuak dek\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Opini&quot;","block_context":{"text":"Opini","link":"https:\/\/dawainews.com\/?cat=14"},"img":{"alt_text":"Eceed20efa017191633cf3d7934c110b","src":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":2097,"url":"https:\/\/dawainews.com\/?p=2097","url_meta":{"origin":2309,"position":3},"title":"Budaya Kematian Adat Nan Di Adatkan Di Gauang","author":"dw","date":"Maret 10, 2026","format":false,"excerpt":"Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh Upacara kematian masyarakat Nagari Gauang merupakan sebuah upacara pasambahan terakhir yang di lakukan dalam adat\u00a0 kepada sanak saudara yang lebih dulu meninggalkan kita di dunia ini. Biasanya apabila seorang sanak saudara kita menghadapi kematian, maka seluruh kelurga baik yang ada di rantau ataupun tidak\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Opini&quot;","block_context":{"text":"Opini","link":"https:\/\/dawainews.com\/?cat=14"},"img":{"alt_text":"Eceed20efa017191633cf3d7934c110b","src":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":1272,"url":"https:\/\/dawainews.com\/?p=1272","url_meta":{"origin":2309,"position":4},"title":"Polsek LTD Amankan Pelaku BBM Bersubsidi","author":"dw","date":"Januari 29, 2026","format":false,"excerpt":"Dawai News, Riau - Polsek Logas Tanah Darat (LTD) amankan Pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan\/atau niaga BBM jenis solar dan pertalite serta gas elpiji bersubsidi, Selasa, 27 Januari 2026. \u201cDalam pengungkapan itu, kita amankan satu pelaku berinisial A (24), warga Desa Giri Sako,\u201d kata Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Peristiwa&quot;","block_context":{"text":"Peristiwa","link":"https:\/\/dawainews.com\/?cat=6"},"img":{"alt_text":"93Pelaku Pengangkut BBM dan Elpiji Bersubsidi","src":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/93Pelaku-Pengangkut-BBM-dan-Elpiji-Bersubsidi.jpg?fit=660%2C330&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/93Pelaku-Pengangkut-BBM-dan-Elpiji-Bersubsidi.jpg?fit=660%2C330&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/93Pelaku-Pengangkut-BBM-dan-Elpiji-Bersubsidi.jpg?fit=660%2C330&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]},{"id":1909,"url":"https:\/\/dawainews.com\/?p=1909","url_meta":{"origin":2309,"position":5},"title":"Adat Nan Diadatkan di Nagari Gauang","author":"dw","date":"Maret 4, 2026","format":false,"excerpt":"Disusun Oleh : D. Dt. Rajo Batipueh Adat nan diadatkan adalah adat buatan yang dirancang, dan disusun oleh nenek moyang orang Nagari Gauang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Aturan yang berupa adat nan diadatkan disampaikan dalam petatah dan petitih, mamangan, pantun, dan ungkapan bahasa yang berkias hikmah. Inti dari adat\u2026","rel":"","context":"dalam &quot;Opini&quot;","block_context":{"text":"Opini","link":"https:\/\/dawainews.com\/?cat=14"},"img":{"alt_text":"Eceed20efa017191633cf3d7934c110b","src":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200,"srcset":"https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=350%2C200 1x, https:\/\/i0.wp.com\/dawainews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/eceed20efa017191633cf3d7934c110b.jpg?fit=531%2C800&ssl=1&resize=525%2C300 1.5x"},"classes":[]}],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p9UIqN-Bf","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2309"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2310,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2309\/revisions\/2310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dawainews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}