Rab. Feb 4th, 2026

Hewan Penyebab Rabies Dan Cara Mengatasinya

Images
foto

Disusun Oleh : Dawai

Penyakit Rabies merupakan penyakit yang menakutkan dan perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat.

Virus rabies umumnya menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.

Kamu perlu tahu lebih lanjut tentang rabies, mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, hingga pencegahannya. Informasi ini penting agar kita semua bisa lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Apa itu Rabies?

Rabies adalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, artinya dapat menular dari hewan ke manusia.

Rabies sangat berbahaya karena hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya, terutama di Asia dan Afrika. Anjing adalah sumber utama penularan rabies pada manusia, meskipun semua mamalia bisa terinfeksi.

Hewan Mamalia Penyebar Rabies

Meskipun anjing adalah hewan yang paling sering menularkan rabies, penting untuk diketahui bahwa semua mamalia berpotensi membawa dan menularkan virus ini.

Beberapa hewan mamalia yang perlu diwaspadai sebagai penyebar rabies antara lain:

  • Anjing
  • Kucing
  • Kera
  • Musang
  • Rakun
  • Kelelawar
  • Rubah
  • Srigala

Perlu diingat bahwa hewan-hewan liar lebih berpotensi membawa virus rabies dibandingkan hewan peliharaan yang telah divaksinasi.

Oleh karena itu, hindari kontak langsung dengan hewan liar, terutama jika mereka menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Gejala Rabies pada Hewan

Mengenali gejala rabies pada hewan sangat penting untuk mencegah penularan ke manusia. Berikut adalah beberapa gejala umum rabies pada hewan:

  • Perubahan perilaku (menjadi agresif atau sangat penurut)
  • Gelisah dan mudah terkejut
  • Air liur berlebihan (hipersalivasi)
  • Kesulitan menelan
  • Kelumpuhan
  • Kejang-kejang
  • Sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan

Jika kamu melihat hewan dengan gejala-gejala tersebut, jangan mendekat atau mencoba menangkapnya. Segera laporkan ke dinas peternakan atau petugas kesehatan hewan setempat.

Bagaimana Penularan Virus Rabies Terjadi?

Virus rabies umumnya menular melalui air liur hewan yang terinfeksi. Penularan biasanya terjadi melalui:

  • Gigitan hewan rabies. Ini merupakan cara penularan yang paling umum.
  • Cakaran atau luka terbuka yang terkena air liur hewan rabies.
  • Jarang terjadi, virus rabies bisa menular melalui transplantasi organ atau paparan aerosol virus di laboratorium.

Virus rabies akan masuk ke dalam tubuh melalui luka dan bergerak menuju sistem saraf pusat. Setelah mencapai otak, virus akan menyebabkan peradangan dan kerusakan yang parah, yang berujung pada kematian.

Gejala Rabies pada Manusia

Masa inkubasi rabies pada manusia (waktu antara paparan virus dan munculnya gejala) bervariasi, umumnya antara 2 hingga 12 minggu, tetapi bisa juga lebih pendek atau lebih panjang. Gejala awal rabies pada manusia meliputi:

Setelah beberapa hari, gejala akan berkembang menjadi lebih serius, seperti:

  • Kecemasan dan kebingungan
  • Halusinasi
  • Sulit menelan (hidrofobia)
  • Air liur berlebihan
  • Kejang-kejang
  • Kelumpuhan

Rabies pada manusia hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati sebelum munculnya gejala klinis.

Oleh karena itu, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika kamu digigit atau dicakar hewan yang berpotensi rabies.

Bagaimana Diagnosis Rabies Dilakukan?

Diagnosis rabies pada manusia biasanya ditegakkan berdasarkan riwayat paparan (gigitan atau cakaran hewan), gejala klinis, dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan antara lain:

  • Deteksi antibodi rabies dalam serum atau cairan serebrospinal.
  • Deteksi antigen virus rabies dalam sampel jaringan otak atau kulit.
  • RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi RNA virus rabies.

Pada hewan, diagnosis rabies biasanya dilakukan dengan memeriksa sampel otak setelah hewan tersebut mati.

Pertolongan Pertama saat Terkena Gigitan Hewan Diduga Rabies

Jika Anda digigit atau dicakar hewan yang dicurigai rabies, segera lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut:

  1. Cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10-15 menit.
  2. Berikan antiseptik pada luka, seperti alkohol atau iodine.
  3. Segera cari pertolongan medis ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
  4. Laporkan kejadian tersebut ke dinas kesehatan atau dinas peternakan setempat.

Dokter akan memberikan penanganan lebih lanjut, seperti:

  • Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR): Vaksin ini sangat efektif mencegah rabies jika diberikan segera setelah paparan.
  • Pemberian Serum Anti Rabies (SAR): Serum ini mengandung antibodi rabies dan diberikan pada kasus-kasus tertentu, terutama jika luka gigitan cukup dalam atau berisiko tinggi.

Cari tahu selengkapnya, Ini Langkah Pengobatan Rabies yang Bisa Segera Dilakukan.

Vaksin Rabies untuk Manusia

Vaksin rabies adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit rabies pada manusia. Vaksin rabies tersedia dalam dua jenis:

  • Vaksin pra-paparan (pre-exposure prophylaxis): Diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus rabies, seperti dokter hewan, petugas laboratorium yang bekerja dengan virus rabies, dan orang-orang yang sering bepergian ke daerah endemis rabies.
  • Vaksin pasca-paparan (post-exposure prophylaxis): Diberikan setelah seseorang terpapar virus rabies melalui gigitan atau cakaran hewan. Vaksin ini harus diberikan sesegera mungkin setelah paparan untuk mencegah perkembangan penyakit.

Vaksin rabies sangat aman dan efektif. Efek samping yang mungkin timbul biasanya ringan, seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan.

Bagaimana Cara Mencegah Rabies?

Pencegahan rabies adalah tanggung jawab kita bersama. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah rabies:

  • Vaksinasi hewan peliharaan (anjing, kucing, dan lain-lain) secara teratur.
  • Hindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang tidak dikenal.
  • Jika kamu digigit atau dicakar hewan, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu cari pertolongan medis.
  • Laporkan kasus gigitan hewan ke dinas kesehatan atau dinas peternakan setempat.
  • Edukasi masyarakat tentang rabies dan cara pencegahannya.

Selain langkah-langkah di atas, pemerintah juga berperan penting dalam pengendalian rabies melalui program vaksinasi hewan massal, pengendalian populasi hewan liar, dan pengawasan lalu lintas hewan antar daerah.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu harus segera mencari pertolongan medis ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika:

  • Anda digigit atau dicakar hewan yang dicurigai rabies.
  • Anda mengalami gejala-gejala rabies, seperti demam, sakit kepala, kelelahan, kecemasan, atau sulit menelan.
  • Anda memiliki riwayat kontak dengan hewan yang terinfeksi rabies.

Semakin cepat kamu mendapatkan penanganan medis, semakin besar peluang Anda untuk sembuh dari rabies.********

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan