Kam. Okt 1st, 2026

Menteri PU: Tata Kehidupan Masyarakat Terdampak Bencana

1001049221.jpg
foto

Dawai News, Solok – Ada saat ketika sebuah bencana tidak cukup hanya dijawab dengan kehadiran. Ia membutuhkan keteguhan, koordinasi, dan kesungguhan untuk memastikan masyarakat yang terdampak benar-benar dapat kembali menata kehidupannya.

Semangat tersebut ditunjukkan saat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau kerusakan akibat banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Usai melihat langsung dampak banjir bandang, Dody menyarankan agar perkantoran, terutama Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, yang terdampak bencana dipindah ke tempat aman.

“Tadi saya diajak oleh Pak Bupati jalan-jalan ke atas (lokasi perkantoran terdampak), yang mana saya lihat memang seperti terlihat, ada jalur sungai lama.

Nah, sungai itu prinsipnya selalu mencari jalur yang lama. Selalu. Ya jadi itu yang menyebabkan kemudian kantor dinas PUPR dan lainnya terdampaki paling parah,” kata Menteri Dody kepada wartawan, Rabu sore, 30 September 2026.

Pantauan di lapangan, Menteri berkeliling di lokasi perkantoran Pemkab Solok yang mengalami kerusakan. Di tengah guyuran hujan lebat, ia berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lainnya, termasuk kawasan perumahan warga yang hancur diterjang banjir bandang.

Ikut mendampingi peninjauan tersebut Bupati Solok Jon Firman Pandu, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Resky Wahyudi dan Kepala Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Sumatera Barat Maria Doeni Isa.

“Saya sarankan kepada Pak Bupati mungkin sebaiknya dipindah saja, karena membersihkan itu juga perlu waktu sebulan dua bulan. Bersih-bersih, lalu melakukan rehabnya. Jadi mungkin kalau dibandingkan dengan kita pindah dan membangun dari awal, jauh lebih murah,” katanya.

Meski begitu, Dody menggarisbawahi bahwa soal pindah atau tidak tergantung kebijakan kepala daerah.

“Tapi ya, ini pantauan saya singkat ya. Putusan akhir pada pak bupati. Saya cuma bisa memberikan syarat tapi putusanya pada Pak Bupati, k arena saya kan tidak begitu paham semua aspek. Kadang-kadang kan ada aspek-aspek sosial kebudayaan yang saya harus ikuti. Sebagai seorang yang cuma datang dan membantu pembangun, kira-kira begitu,” jelasnya.

Banjir bandang atau Galodo Solok menyebabkan 12 kantor dinas instansi ikut rusak. Saat ini, ke-12 kantor tersebut sedang proses evakuasi dan pembersihan, karena terendam material lumpur dan kayu-kayu.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyebut pihaknya sedang mencari solusi untuk memindahkan aktivitas perkantoran sementara ke sebuah tenda besar.

“Kita dirikan tenda besar di dekat dinas pendidikan. Sementara, aktivitas bisa disana, karena memang aktivitas perkantoran nyaris lumpuh. Ada 12 kantor dinas instansi, termasuk gedung DPRD yang terdampak,” kata Jon Pandu.

Selain perkantoran, sebanyak 68 rumah juga rusak, dan enam orang menjadi korban akibat bencana tersebut. Empat ditemukan selamat, sementara dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. dt

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan