Kam. Okt 8th, 2026

Tanah Datar Lokasi Syuting Dompet Ayah, Sepatu Ibu

839916976 2482478712277663 3427412578282588649 n (1)
foto

Dawai News, Tanah Datar – Lokasi syuting film nasional Dompet Ayah, Sepatu Ibu akan di adakan di Kabupaten Tanah Datar.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama sutradara dan tim produksi film Starvision di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Senin malam, 6 Oktober 2026.

Kunjungan tim produksi tersebut sekaligus menjadi ajang penjajakan lokasi syuting dan peluang kolaborasi promosi daerah melalui industri perfilman nasional.

Sutradara Naya Anindita mengatakan, Tanah Datar dipilih karena memiliki kekayaan budaya yang masih kuat dan dinilai sesuai dengan kebutuhan cerita film.

Menurut Naya, Dompet Ayah, Sepatu Ibu merupakan adaptasi dari novel karya J.S. Khairen yang viral pada 2024. Novel tersebut telah mencapai cetakan keenam dalam waktu kurang dari setahun setelah diterbitkan dan kini berstatus mega best-seller. Filmnya akan diproduksi oleh Starvision.

Film tersebut mengangkat kisah perjuangan sebuah keluarga dalam menghadapi kemiskinan. Ceritanya diadaptasi dari kisah autobiografis keluarga penulis, tentang perjuangan kedua orang tua dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Naya menjelaskan, sang ibu, Zaina, merupakan anak keenam dari 11 bersaudara. Meski hanya menempuh pendidikan hingga sekolah dasar, ia menjadi anak pertama dalam keluarganya yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan kemudian menjadi guru. Ia juga turut menyekolahkan adik-adiknya.

Sementara sang ayah, Asrul atau Khairul Jasmi, yang juga berasal dari keluarga miskin, pernah bekerja sebagai loper koran dan jurnalis lepas untuk membiayai kuliahnya.

“Walaupun ceritanya periodik tahun 80-an, dari tahun 80 sampai 2025 akar permasalahannya masih sama. Kita butuh figur sesimpel dari tidak punya apa-apa, dia bisa menyekolahkan adik-adiknya dan menaikkan derajat keluarganya,” ujar Naya.

Ia mengatakan, film tersebut juga menjadi bentuk hadiah seorang anak kepada orang tuanya yang memasuki masa pensiun. Kisahnya menggambarkan perjuangan dua orang dari keluarga miskin yang saling jatuh cinta, membangun kehidupan bersama, hingga akhirnya mampu memutus rantai kemiskinan dan mengantarkan anaknya menempuh pendidikan di Universitas Indonesia.

Tak hanya mengangkat cerita keluarga, produksi film ini juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi ekonomi kreatif di Tanah Datar. Tim produksi diperkirakan membawa sekitar 160 kru dan akan melibatkan pelaku UMKM, homestay, penginapan, hingga seniman lokal.

“Kami akan melibatkan seniman randai, tari-tarian, musik saluang dan potensi lokal lainnya untuk masuk ke dalam film ini. Harapannya, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Tanah Datar,” katanya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyambut hangat rencana tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada tim produksi yang telah memilih Tanah Datar sebagai salah satu lokasi syuting film nasional.

“Naik bendi ke Pagaruyung, singgah sebentar membeli lemang. Selamat datang kami sambut dengan agung, semoga kerja sama membawa Tanah Datar semakin gemilang,” ujar Eka menyampaikan pantun selamat datang.

Eka menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap memberikan dukungan terhadap proses produksi sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu hal penting karena dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung.

“Pemkab Tanah Datar sangat bangga dan akan memberikan dukungan penuh. Apalagi kalau masyarakat lokal dilibatkan, anak-anak muda Tanah Datar, UMKM, homestay, penginapan, pengrajin, semuanya akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan dukungan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Bupati Eka Putra berharap kolaborasi tersebut tidak hanya menjadikan Dompet Ayah, Sepatu Ibu dikenal luas di Indonesia, tetapi juga membuka ruang promosi bagi budaya, pariwisata, dan berbagai potensi Tanah Datar ke tingkat yang lebih luas, termasuk mancanegara. hum

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan