Dawai News, Padang Pariaman – Percepatan penanganan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya yang rusak akibat bencana.
Hal tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat monitoring dan evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 7 Oktober 2026.
“Yang paling penting adalah bagaimana akses masyarakat kembali normal. Jalan dan jembatan harus menjadi perhatian, karena menyangkut aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kehidupan masyarakat sehari-hari,” tegasnya.
Menurut Bupati, rehabilitasi dan rekonstruksi tidak cukup hanya mengembalikan kondisi infrastruktur seperti sebelum bencana.
Pembangunan ke depan harus memperhatikan faktor risiko agar fasilitas yang dibangun kembali lebih aman dan mampu menghadapi potensi bencana.
Sementara itu, Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara, Marsma TNI Ridha Hermawan, memaparkan hasil pemantauan serta daftar usulan rehabilitasi sejumlah bangunan pemerintah yang terdampak bencana di Padang Pariaman.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemkab Padang Pariaman berharap dukungan dan koordinasi lintas pemerintah dapat mempercepat seluruh proses pemulihan.
Dengan demikian, fasilitas pemerintahan kembali berfungsi optimal, pelayanan publik tidak terganggu, serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. hum
