Dawai News, Sumbar – Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sumatera Barat membangun sebanyak 194 unit rumah hunian sementara (Huntara) di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Barat.
Pembangunan Huntara tersebut tersebar di tiga lokasi, yakni 100 unit di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, 34 unit di Jorong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, serta 60 unit di Kampung Limo Hantu, Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Pembangunan hunian sementara ini dilaksanakan sebagai solusi cepat untuk memberikan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana banjir bandang dan longsor. Personel Brimob Polda Sumbar terlibat langsung dalam proses pembangunan, mulai dari persiapan lahan hingga pendirian bangunan.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan bahwa pembangunan Huntara ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana.
“Pembangunan hunian sementara ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri, khususnya Brimob Polda Sumbar, agar masyarakat terdampak bencana dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah permanen,” ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya, Selasa, 23 Desember 2025
Ia menambahkan, keterlibatan Brimob dalam pembangunan Huntara juga menjadi bagian dari misi kemanusiaan Polri yang tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemulihan kehidupan masyarakat.
“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga membantu masyarakat dari sisi kemanusiaan. Diharapkan dengan adanya Huntara ini, beban masyarakat dapat berkurang dan mereka bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang,” tambahnya.
Polda Sumbar memastikan pembangunan hunian sementara tersebut dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kelayakan, serta kebutuhan dasar warga terdampak.
Melalui upaya ini, Polda Sumbar berharap dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di tengah-tengah mereka, khususnya dalam situasi darurat dan kemanusiaan.