Sel. Feb 24th, 2026

Selebrasi Lebay Arsenal

Library upload 24 2026 02 1280x720 arsenal odegaard 26749f6

Dawai News, Jakarta – Arsenal bungkam Tottenham Hotspur Stadium dengan skor 4-1.

Hasil itu bukan sekadar tiga poin, melainkan penegasan bahwa pasukan Mikel Arteta masih kokoh di puncak klasemen Premier League dengan keunggulan lima angka.

Di tengah tekanan derbi, The Gunners tampil tajam dan klinis. Asa juara pun kian menyala di London Utara.

Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres menjadi aktor utama lewat masing-masing dua gol yang mereka lesakkan. Empat gol itu meruntuhkan perlawanan Spurs di hadapan publiknya sendiri, menciptakan malam yang sulit dilupakan bagi tuan rumah.

Namun, tak semua orang larut dalam euforia. Ada nada sumbang yang justru terdengar setelah peluit panjang berbunyi.

Mantan striker Inggris, Chris Sutton, menangkap sesuatu yang menurutnya janggal. Ia merasa selebrasi Arsenal mengirimkan sinyal yang bisa berbahaya dalam perburuan gelar.

Pesta yang Dianggap Terlalu Dini

Pesta yang Dianggap Terlalu Dini

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol Eberechi Eze ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026 pada laga Derbi London Utara. (c) AP Photo/Ian Walton

Kemenangan atas rival bebuyutan memang selalu terasa istimewa, terlebih ketika diraih dengan skor mencolok di kandang lawan. Begitu laga usai, para pemain Arsenal berhamburan ke tepi lapangan untuk merayakan momen itu bersama suporter.

Arteta terlihat puas menyaksikan dominasi timnya yang tampil begitu efektif sepanjang pertandingan. Akan tetapi, Sutton menilai ekspresi kegembiraan tersebut terlampau emosional, seolah-olah trofi sudah berada dalam genggaman.

“Sedikit khawatir dengan selebrasi berlebihan dari para pemain Arsenal,” cetus Sutton saat berbicara di BBC Radio 5 Live.

Ia tak ingin kemenangan besar itu justru membuat para pemain kehilangan kewaspadaan. Menurutnya, perjalanan menuju gelar masih panjang dan penuh jebakan.

“Rayakan saja di akhir musim nanti ketika kalian sudah benar-benar memenangkan gelar juara,” tegas Sutton mengingatkan.

Pujian untuk Gyokeres

Pujian untuk Gyokeres

Selebrasi pemain Arsenal (kiri-kanan), Gabriel Magalhaes, Viktor Gyoekeres dan Piero Hincapie merayakan gol ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Di tengah peringatan tersebut, Danny Murphy melihat gambaran berbeda. Ia justru terpukau oleh tempo permainan Arsenal yang menurutnya nyaris sempurna dan membuat pertahanan Tottenham tampak kewalahan sepanjang laga.

Murphy menyoroti dominasi Gyokeres di lini depan. Penyerang Swedia itu dinilai menjawab keraguan dengan performa penuh determinasi dan kepercayaan diri.

“Penampilan hari ini akan mengubah pikiran beberapa orang. Secara fisik, dia terlihat sangat menikmatinya,” puji Murphy.

Keyakinannya terhadap masa depan Gyokeres bersama Arteta pun melonjak. Ia percaya performa ini bisa menjadi titik awal konsistensi sang striker.

“Dia akan merasa seperti sedang berjalan di atas air sekarang. Saya pikir kita bisa melihatnya memulai rangkaian performa bagus setelah ini,” imbuh Murphy.

Ujian Sesungguhnya Menanti

Arsenal tak punya banyak waktu untuk berlama-lama dalam perayaan. Derby London berikutnya melawan Chelsea F.C. sudah menunggu akhir pekan depan dan akan menjadi barometer mentalitas mereka.

Sementara itu, Tottenham yang terpuruk di posisi ke-16 menghadapi tekanan berbeda. Mereka harus segera berbenah sebelum bertemu Fulham, terutama dalam hal organisasi pertahanan yang kerap terlambat menutup ruang.

Kemenangan 4-1 ini memang menegaskan kualitas Arsenal sebagai penantang serius. Meski begitu, bayang-bayang peringatan Sutton tetap ada—apakah selebrasi itu simbol kepercayaan diri, atau awal dari rasa puas yang datang terlalu cepat. Bola

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan