Disusun Oleh: Dt. Rajo Batipueh
Piadato adat batagak gala oleh Puawang, pada pembacaan nama yang akan di jadikan Malin/Manti/Dubalang didelegasikan ke Manti/ perwakilan dalam suku tersebut.
Tata Caranya:
- Memulangkan/ Mampaiyokan kepada seluruh Ampek Jinih, Jinih Nan Ampek, Urang tuo, mamak rumah atau masyarakat nagari yang ada dalam rumah tempat batagak Gala
- Setelah di paiyokan dan restui siapa yang akan dikukuhkan gelar sako-nya, baru Manti melakukan pasambahan malewakan gala sako untuk dibawa sailia samudik (sehilir semudik) dalam nagari.
- Manti/perwakilan Dalam Suku Mengenakan Deta kepada yang diangkat, yakni pemasangan pakaian kebesaran terdiri dari seperangkat pakaian berupa baju dan celana kebesaran penghulu yang berwarna hitam, saluak, selendang, kain sesamping, tongkat dan keris. Setelah pakaian kebesaan dipasangkan dan keris pusaka telah diselip di pinggang.
Setelah proses batagak Malin, Manti Dubalang dan Urang tuo selesai, Manti/ Perwakilan Manti menyerahkan kembali kepada Puawang untuk berpidato adat.
Setelah seleasi pidato adat berdo’a.
Setelah Berdo’a, pidato adat untuk pulang.
Pidato adat pulang telah selesai baru peserta mangaji baru maurak selo untuk pulang.
Bagi anak pisang, pasumandan membereskan/ membersihkan segala peralatan alek/mangaji, sampai bersih.
Makan bersama dengan anak pisang, pasumandan, ninik mamak suku, rang sumando dan lainnya.
