Sel. Mei 19th, 2026

Tata Cara Mangaji Manangah Di Gauang

Eceed20efa017191633cf3d7934c110b 1
foto

Disusun Oleh : Dt Rajo Batipueh

Pada hari mangaji yaitu hari Minggu kegiatan dilakukan :

  • Membuat gulai sesudah subuh/jam 5 pagi.
  • Gulai dibuat oleh Anak pisang perempuan , pasumandan dan anak nagari.
  • Pada jam panggilan ninik mamak, alim ulama, urang sumando, mamak rumah, cendikiawan dan masyarakat nagari yang laki laki telah duduk diatas rumah.
  • Pakaiaan diatas rumah : Ninik mamak/ Ampek jinih, Jinih nan ampek Pakaian kebesaran, Rang tuo pakaian kebesarannya, Mamak rumah, sumando, Cendikiawan dan anak mudo berpakaian baju putih, panjang lengan, pakai peci/ Kupiah, sarung dan celana panjang.
  • Bagi kaum perempuan yang datang untuk mengikuti mangaji berpakaian baju kurung, pakai tikuluak.
  • Anak pisang yang jadi Rajo janang berpakaian, Baju putih gunting taluak balango panjang lengan, pakai deta, celana jao (Batik), pakai kain sarung dan janang yang membagikan makanan berpakaian baju putih gunting cino, panjang lengan, pakai celana dasar panjang dan pakai kupiah/ peci.
  • Sebelum mangaji carano harus ada dua dengan isi lengkap pakai keris telah ada didepan penghulu dan tempat duduk diatur oleh Rajo janang, sepengetahuan panghulu/ ninik mamak suku tuan rumah.
  • Telah lengkap duduk di dalam rumah (Puawang, Ninik Mamak suku, Alim Ulama) mangaji boleh dimulai dengan pelaksanaanya, Puawang yang duduk di sebelah pangka rumah memulangkan ke puawang disebelah ujung rumah untuk memulia pengajian.
  • Selama mengaji makanan di sediakan (dikokohkan) oleh Pasumandan dari tuan rumah.
  • Apabila pengajian berhenti, ninik mamak mengatakan kepuawang untuk memulai pidato adat sebelum makanan di hidangkan.
  • Setelah selesai pidato adat baru makanan di hidangkan.
  • Pembagian makanan yang di dahulukan, Gelas, Piring, nasi, sambal dan yang terakhir tempat/air untuk menyuci tangan.
  • Setelah selesai pembagian makanan baru Pidato adat untuk makan yang dilaksanakan oleh Puawang.
  • Setelah Pidato adat selesai baru makan, setelah selesai makan pidato adat kembali, baru cuci tangan, pidato adat kembali, setelah selesai pidato adat baru makanan yang telah selesai di makan di ambil janang.
  • Makanan dan alat setelah selesai di bawa oleh janang, pidato adat dan baru mangaji.
  • Selama mangaji peralatan makan yang tidak bersih, di cuci oleh anak pisang, pasumandan dan ditolong masyarakat nagari.
  • Setelah selesai mengaji, janang membagikan paminum kopi sepengetahuan ninik mamak sipangka.
  • Setelah selesai membagikan paminum kopi, berpidato adat untuk makan peminum kopi, baru makan, selesai makan pidato adat, baru dibersihkan alat alat peminum kopi oleh janang.
  • Membagikan sedekah, sedekah dibagikan terdiri dari Jamba yang dibungkus untuk ninik mamak, alim ulama, dan yang lainnya ( pisang, nasi, Limun), gantung gantung untuk cendikiawan /urang sumando, (kue/lamang/agar agar/lain lain peminum kopi), Bungkusan untuk urang mayanda (baju/celana/sandal/sepatu/ikat pinggang/ pakainnya lainnya), Bungkusan untuk urang siak bilang hari (seperangkat alat makan, selimut, bantal, kasur).
  • Setelah membagikan sedekah, Pidato adat batagak Malin/Manti/ Dubalang oleh Puawang.
  • Piadato adat batagak gala oleh Puawang, pada pembacaan nama yang akan di jadikan Malin/Manti/Dubalang didelegasikan ke Manti/ perwakilan dalam suku tersebut.

Bersambung

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan