Dawai News, Papua – Polres Mimika mengamankan ratusan anak panah dan benda tajam saat menggelar patroli dan razia di Distrik Kwamki Narama, Selasa malam, 1 September 2026
Dalam razia tersebut, polisi menyita 11 busur, 115 anak panah, tiga parang, dan satu pucuk senapan angin.
Patroli yang dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak itu menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan di sepanjang Jalan Trans Nabire hingga wilayah Kwamki Narama.
Saat menyusuri salah satu ruas jalan, kendaraan operasional Polres Mimika justru mendapat serangan dari sekelompok orang. Mobil polisi dilempari batu dan anak panah hingga menyebabkan kaca dan bodinya mengalami kerusakan.
Meski kendaraan rusak, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Kapolres Mimika mengatakan patroli dan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul konflik antarkelompok yang terjadi di Kwamki Narama.
“Kita habis melakukan patroli di sekitar Jalan Trans Nabire sampai ke Kwamki Narama. Kita menemukan beberapa kumpulan masyarakat yang membawa busur dan panah. Namun, ada juga yang melarikan diri saat melihat kehadiran polisi,” ujar Alfredo.
Dalam kegiatan tersebut, personel menemukan sejumlah kelompok masyarakat membawa busur, anak panah, dan senjata tajam. Polisi kemudian mengamankan benda-benda tersebut untuk mencegah terjadinya kekerasan.
Menurut Alfredo, peningkatan patroli merupakan respons kepolisian untuk mencegah konflik antara kelompok Noap Dang dan Newegalen meluas. Polisi juga berupaya mencegah terjadinya tindak pidana lanjutan, termasuk pembunuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Razia ini dalam rangka upaya pencegahan perang antara kubu Noap Dang dengan Newegalen. Kita juga melakukan upaya pencegahan terjadinya kriminalitas, termasuk pembunuhan, yang dalam beberapa hari ini terjadi dari kedua kubu,” jelasnya.
Terkait pelemparan terhadap kendaraan polisi, Alfredo menyayangkan tindakan tersebut. Ia memastikan patroli dan penertiban tetap dilakukan untuk menjaga situasi keamanan di Kwamki Narama.
“Kita akan rutin terus. Ini akan menjadi suatu kegiatan rutin yang ditingkatkan. Selain razia, kita juga akan terus melakukan upaya-upaya penangkapan terhadap pelaku-pelaku pembunuhan,” tegas Alfredo.
Polres Mimika akan terus meningkatkan patroli dan razia senjata sesuai perkembangan situasi keamanan di lapangan. Polisi juga masih memburu sejumlah pelaku pembunuhan yang hingga kini belum tertangkap.
Masyarakat diimbau tidak membawa, menyimpan, atau menggunakan senjata tajam, busur, anak panah, maupun benda lain yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan.
Polisi juga mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar situasi kamtibmas di Kabupaten Mimika, khususnya Kwamki Narama, tetap aman dan kondusif. trb
