Dawai News, Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, buka kegiatan Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif dalam rangka Pemulihan Pascabencana, Selasa, 15 September 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Dr. Anggara Hayun Anujuprana, ST, MT, Pimpinan Bank Mandiri beserta jajaran, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta para pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Padang Pariaman.
Serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Anton Wira Tanjung, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Hendri Satria yang juga Plt. Inspektur, Kalaksa BPBD Emri Nurman, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Bupati menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada masyarakat Padang Pariaman, khususnya para pelaku ekonomi kreatif yang ikut terdampak bencana.
Menurutnya, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memberikan tekanan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat. Gangguan produksi, terbatasnya modal, pemasaran tersendat, bahkan kapasitas sumber daya manusia juga perlu diperkuat agar pelaku usaha mampu kembali berkembang.
Oleh karena itu, kata Bupati, pemulihan ekonomi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pemulihan pascabencana.
“Pemulihan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu mengembalikan semangat masyarakat, memulihkan aktivitas ekonomi, membuka kembali peluang usaha, dan pada saat yang sama membangun ketahanan masyarakat agar menjadi lebih kuat,” ujar Bupati.
JKA menegaskan, Padang Pariaman memiliki modal besar untuk membangun kembali perekonomian masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif. Kekayaan budaya dan tradisi, kuliner, kerajinan, seni, pariwisata, kreativitas hingga generasi muda merupakan potensi yang jika dikelola secara serius dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ia mendorong para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tidak berhenti pada pola usaha yang sudah berjalan, tetapi terus melakukan inovasi, memperkuat kualitas produk, memperluas pemasaran dan memanfaatkan berbagai peluang pembiayaan.
“Jangan memandang keterbatasan sebagai penghalang. Jadikan keterbatasan sebagai tantangan untuk melahirkan kreativitas. Jangan memandang bencana hanya sebagai musibah, tetapi mari kita jadikan momentum untuk melakukan pembenahan, menciptakan peluang baru, dan membangun ekonomi masyarakat yang lebih kuat,” tegasnya.
Bupati berharap program Ekraf Peduli tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata. Lebih jauh lagi, ia ingin kegiatan tersebut menghasilkan perubahan nyata terhadap usaha masyarakat dan mampu melahirkan pelaku UMKM yang semakin mandiri, inovatif dan berdaya saing.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Dr. Anggara Hayun Anujuprana menjelaskan bahwa program Ekraf Peduli dirancang secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada lokakarya atau literasi bisnis. hum
