Kam. Jun 4th, 2026

Endang: PDIKM Jadikan Pusat Kegiatan Literasi

713464658 1302968758673445 5792085711398984881 n

Dawai News, Padang Panjang – Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) jadikan pusat kegiatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang mampu melibatkan berbagai komunitas serta menarik partisipasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia Endang Aminudin Aziz, saat mengunjungi Museum Bustanul Arifin yang berada di kawasan PDIKM, Rabu, 3 Juni 2026.

Kunjungan tersebut disambut Wakil Wali Kota Allex Saputra, didampingi jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK).

Dalam kesempatan itu, Endang meninjau berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Bustanul Arifin sekaligus berdiskusi mengenai peluang pengembangan program literasi di kawasan PDIKM.

Menurutnya, museum dan pusat dokumentasi budaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang edukasi dan pusat aktivitas masyarakat yang berbasis literasi.

Ia mengatakan, Perpusnas memiliki sejumlah program yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Daerah, termasuk bantuan pembiayaan bagi komunitas literasi yang aktif menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan budaya baca masyarakat.

“Kami mendorong agar tempat seperti ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berbasis buku. Perpusnas memiliki skema bantuan pembiayaan bagi komunitas literasi dan membuka peluang kemitraan dengan komunitas-komunitas yang aktif mengembangkan budaya baca,” ujarnya.

Endang menilai Museum Bustanul Arifin dan kawasan PDIKM memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ruang pertemuan komunitas, pusat edukasi budaya, sekaligus wadah pengembangan literasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, berbagai kegiatan seperti diskusi buku, pelatihan literasi, pameran budaya, hingga aktivitas edukatif lainnya dapat dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut.

“Ini harus menjadi tempat yang produktif. Apalagi Padang Panjang dikenal sebagai Kota Literasi. Potensi yang ada perlu dimanfaatkan untuk melahirkan berbagai kegiatan literasi, pendidikan, dan kebudayaan yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Wawako Allex Saputra menyambut baik perhatian dan dukungan Perpusnas terhadap pengembangan literasi di Padang Panjang. Menurutnya, keberadaan PDIKM harus terus dioptimalkan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyimpan warisan sejarah dan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan kreativitas masyarakat.

“Apapun program dari Pemerintah Pusat tentu akan kami dukung. Keberadaan PDIKM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah dan budaya, tetapi juga harus menjadi ruang yang produktif, edukatif, dan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat. Dengan semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini, PDIKM akan semakin dikenal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun sektor pariwisata daerah,” ujarnya. andes

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan