Dawai News, Jawa Barat – Kisruh persoalan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 di Jawa Barat sejak Senin kemarin, berujung Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar dicopot.
Keputusan pemecatan Suhendar itu diambil setelah Dedi turun langsung ke menemui para orang tua siswa, serta meminta penjelasan dari tim pengelola sistem pendaftaran yang dinilai menjadi sumber berbagai kendala dalam pelaksanaan PCMB.
“Betul. Kepala UPTD Tikomdik untuk sementara dinonaktifkan dulu,” kata Dedi dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi terlihat mempertanyakan kapasitas dan kompetensi pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem teknologi informasi SPMB.
“Anda ngerti nggak bidang ini? Anda latar belakangnya apa? Siapa yang merekomendasikan anda di bidang ini?” kata Dedi kepada Suhendar kemarin.
Menurut Dedi, sejak awal Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan kebijakan bahwa seluruh aplikasi pemerintahan harus dibangun dan dikelola secara terintegrasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat. Karena itu, ia menilai tidak seharusnya perangkat daerah mengembangkan sistem aplikasi secara terpisah.
Sebagai langkah penanganan cepat, pengelolaan sistem SPMB kini dialihkan ke Diskominfo Jawa Barat. Dedi juga menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jabar, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik.
Gubernur Jabar Meminta Orang Tua siswa Tidak Panik
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta masyarakat khususnya para orang tua yang akan memasukkan anak-anaknya ke bangku SMA/ SMK untuk tidak panik menghadapi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Barat.
Menurut KDM, sapaan Dedi Mulyadi, saat ini SPMB memasuki tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang berlangsung 29 Mei 2026 hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Pada tahap ini, siswa memilih sekolah tujuan melalui jalur yang sudah disediakan. Hasil penerimaan siswa di sekolah tujuan akan diumumkan pada 12 Juni 2026.
Siswa yang belum diterima di sekolah mana pun jangan khawatir karena akan dilaksanakan SPMB tahap 1 dan 2. Siswa bisa memilih sekolah yang memiliki kuota belum terisi.
Pendaftaran SPMB tahap 1 dimulai pada 15 Juni 2026 hingga 19 Juni 2026. Adapun, pengumuman SPMB tahap 1 akan dilaksanakan pada 25 Juni 2026.
Apabila tetap masih ada juga siswa yang belum mendapatkan sekolah, maka bisa mendaftar ke SPMB tahap 2 yang dimulai pada 30 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026. Pengumuman SPMB tahap 2 akan berlangsung pada 10 Juli 2026.
“Masih punya waktu yang cukup untuk membenahi. Kita perbaiki,” ucap KDM di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
KDM menegaskan pihaknya berkomitmen kuat untuk mewujudkan SPMB berjalan secara lancar. Sistem digital telah dioptimalkan agar tak ada kendala berarti hingga proses SPMB selesai.
KDM juga menyatakan jika ada kecurangan terkait SPMB untuk segera melaporkan.
“Sebutin siapa yang jual beli. Dimana sebutin, jangan isu. Sok sebutin siapa yang jual beli sebutin namanya, gurunya siapa, pejabatnya sebutin. Ya laporin proses hukum,” pungkasnya.
Ia pun memastikan bahwa SPMB berlangsung secara objektif dan transparan. Penentuan nilai siswa telah sesuai dengan petunjuk teknis tentang SPMB 2026
