Disusun Oleh: Dt. Rajo Batipueh
Malam balatak tando ini jika diartikan ke dalam bahasa sekarang hampir sama dengan bertunangan. Dimana, pada malam balatak tando ini, kedua pihak mempelai dan keluarga besar mengarang janji dan menentukan kapan acara pernikahan akan dilaksanakan.
Pada malam ini juga ditentukan apakah acara yang dilaksanakan mengundang banyak orang atau hanya mengundang masyarakat sekitar.
Biasanya balatak tando dilakukan dinagari Gauang adalah yang menikah sesama anak Nagari Gauang. Pernikahan di lakukan berjanji tiga bulan atau lebih maxsimal 6 Bulan.
Tata Cara Balatak Tando :
Tempat pihak laki laki.
- Untuk Jamuan Mamak rumah “memanggia” ninik mamak, ampek jinih, Anak Pisang, Aluran bapak dan anak nagari yang laki laki.
- Kaum ibu “mamanggia” Bundo Kanduang, Sumandan, anak pisang dan Anak nagari yang perempuan.
- Setelah hari jamuan tiba (Balatak tando) ninik mamak, ampek jinih, aluran bapak, urang sumando dan anak nagari di harapkan duduk diatas rumah serta carano dengan isinya tanpa keris diletakkan didepan penghulu suku.
- Setelah duduk diatas rumah janang, seperintah ninik mamak suku membagikan hidangan (Gelas, piring, nasi, Samba dan bisa juga paminum kopi).
- Pidato Adat Sebelum Makan.
- Makan
- Pidato adat Sesudah Makan.
- Hidangan dibersihkan oleh Janang.
- Penghulu suku / Ninik mamak suku minta tolong kepada mamak rumah untuk menyiapkan pakaian pengganti marapulai dan pakaian yang akan mengantarkan marapulai.
- Pakaian tersebut telah selesai dan diletakkan oleh janang didepan penghulu, bagi yang menggantikan marapulai dan orang yang akan menggantar marapulai disuruh berpakaian.
- Pakaian Pengganti Marapulai yaitu jas, pakai peci
