Jum. Agu 14th, 2026

Prihatin, Murid Di Kabupaten Karo Keracunan MBG

Keracunan mbg berastagi
Foto

Dawai News, Sumatera Utara – Kabupaten Karo, ratusan murid dari sejumlah sekolah mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) kemarin.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang menyalurkan MBG tersebut dihentikan sementara operasionalnya.

“SPPG-nya sudah kita suspend,” kata Kasubag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, Kamis (13/8/2026) malam.

Dapur yang menyalurkan MBG tersebut bernama SPPG Karo Berastagi Sempajaya di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya. Dalam surat yang beredar, SPPG ini bakal diberhentikan seluruh hak operasionalnya paling lama 30 hari.

Terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi SPPG jika ingin kembali beroperasi. Surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional.

Sebelumnya diberitakan, ratusan murid dari 5 sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). MBG yang dikonsumsi murid di 5 sekolah itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus mengatakan jika peristiwa itu terjadi saat makan siang. Terdapat 265 murid yang mengalami keracunan di 3 SMK dan SMA di Karo.

“Sekolah kita ada tiga, SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama,” kata Zulkarnain Barus saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Dengan rincian SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 murid, SMA Swasta Bersama 25 murid, dan SMK Swasta Bersama 38 murid. Sehingga total 265 murid mengalami keracunan MBG.

Zulkarnain menjelaskan jika menu MBG hari ini adalah sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Ia menduga penyebab keracunan dari gulai ikan.

“Kalau menunya tadi saya lihat itu, sayurnya sayur kol ya, wortel sama kol, kemudian ikannya dencis, gulai, diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara itu dari siswa, begitu dimakannya, langsung gatal-gatal mulutnya, gitu,” jelasnya.

Para murid mengalami gejala awal mulut gatal-gatal. Selain itu, kulit murid juga gatal hingga sesak.
“Makanya gejala awal itu langsung mulutnya gatal-gatal, getir gitu, baru ada yang ke kulitnya gatal dan apa namanya, sesak,” ucapnya.

Selain 265 murid SMA/SMK, terdapat juga murid dari 2 sekolah SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama. Kelima sekolah ini disebut berasal dari SPPG milik Kodim.

“SMP pun ada (keracunan) karena dapurnya sama, punya Kodim, tapi data siswanya belum bisa dapat kalau yang SMP,” ujarnya.

Ratusan murid itu disebar di 4 rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Murid yang paling parah disebut mengalami sesak.

“Sebenarnya kalau kondisinya stabil semua di rumah sakit, cuma karena panik aja tadi di awal,” tuturnya. dt

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan