Kam. Agu 13th, 2026

Fakta Tentara AS Berkelahi Diatas Kapal

Penampakan jet tempur dan rudal as untuk mengepur iran 1772502750100
foto

Dawai News, Jakarta – Perkelahian tentara Amerika Serikat di kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi sorotan saat perang masih berlanjut antara mereka dengan Iran.

Sejumlah pelaut dan marinir AS yang dikerahkan ke Timur Tengah dilaporkan stres hingga nekat melompat ke laut. Kondisi ini kian mengkhawatirkan di tengah perang yang berkepanjangan.

Petinggi militer AS sebetulnya sudah mewanti-wanti pemerintahan Donald Trump untuk menghentikan perang, tetapi politikus Republik itu terus sesumbar akan menyerang Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut fakta-fakta terkini tentara AS berantem sampai tewas di kapal USS Lincoln.

Lihat Juga :


Kantor berita semi pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bentrok pecah setelah penasihat kepala Komando Pusat (CENTCOM) Brad Cooper naik ke kapal induk untuk menanggapi keluhan awak kapal. Belakangan banyak protes dari keluarga personel karena pengerahan berkepanjangan USS Abraham Lincoln.

Namun, penasihat itu disebut dicemooh dan dilempari botol saat berbicara di hadapan para personel.

USS Lincoln sudah dikerahkan selama 263 hari dan saat ini beroperasi di Samudra Hindia. Kapal induk tersebut sudah menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut.

Konfrontasi kemudian meningkat menjadi perkelahian antar awak yang melibatkan pisau dan senjata tajam lain.

Tentara AS frustrasi
Keluarga yang salah satu anggotanya dikerahkan ke Timur Tengah mengatakan banyak tentara di USS Lincoln sudah sangat frustrasi dan ingin segera pulang.

Militarry Times bahkan melaporkan istri tentara AS mengaku suaminya sempat mencoba lompat ke laut karena lelah secara emosional. Beruntungnya, tentara itu diselamatkan rekan dan sedang menerima perawatan medis.


“Dia takut. Dia pikir akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja,” kata Annabelle Loma, yang beberapa kali bicara dengan suaminya setelah percobaan melompat tersebut.

Menurut para keluarga, sebagian besar awak bekerja dalam shift yang sangat panjang dan melelahkan. Beberapa bahkan jarang mendapat hari libur.

Bonnie York, yang anak tirinya berada di Abraham Lincoln, juga mengatakan bahwa kondisi moral para awak dan marinir saat ini sangat buruk.

“Dokter atau terapis kapal mengatakan mereka harus segera berlabuh atau orang-orang akan mulai kehilangan akal sehat,” ujar dia.

USS Lincoln jadi tempat bahaya
Kapal induk memiliki dek penerbangan, yang menyimpan pesawat berkecepatan tinggi dan baling-baling berputar dengan sangat cepat, ini bisa memicu bahaya tersendiri bagi awak.

Bongkar muat bom, rudal, dan roket yang terus-menerus juga menimbulkan risiko ledakan dan kebakaran.

Lingkungan yang bergerak cepat, padat, dan sangat bising juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran karena deru suara mesin.

“Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat. Ini adalah lingkungan rawan kecelakaan,” kata ayah yang anaknya bertugas di USS Lincoln, Brett Snow.


Petinggi militer bantah ada kerusakan kapal
Beberapa bulan lalu sempat muncul laporan, USS Lincoln mengalami kerusakan termasuk toilet yang tersumbat.

Namun, Juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut Komandan Joseph Hontz menampik ada lubang pada kapal.

Dia juga menyebut para personel juga memiliki akses ke kelas kebugaran, tim kesehatan mental, serta tim pendeta. Para personel juga disebut bisa menggunakan internet untuk bicara dengan keluarga “ketika situasi taktis memungkinkan.” cnn

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan