Jum. Agu 21st, 2026

Kecelakaan Terjadi di KRL, 2 Orang Tewas

Lokasi warga tertabrak krl di tebet jaksel pada kamis 2082026 pagi taufiqdetikcom 1787198257528

Dawai News, Jakarta – Kecelakaan kereta rel listrik (KRL) tersebut terjadi pada 2 lintas (rute) yang berbeda, yakni Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang.

Dua kecelakaan itu terjadi pada waktu berdekatan, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB

Dua insiden orang tertemper kereta rel listrik (KRL) terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel) dan Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Dua orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada pagi hari yang sama.
.

KAI Commuter Indonesia (KCI) melaporkan kecelakaan pertama terjadi pada KRL nomor 1183 yang sedang melaju dari Bogor menuju Jakarta Kota. Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Insiden temperan kedua terjadi di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper, tepatnya Jalan Semanan Tembok Bolong, Kecematan Kalideres, Jakbar. Seorang siswa SMA tewas dan seorang lainnya terluka akibat kecelakaan itu.


Lansia Tewas di Tebet
Insiden temperan KRL Bogor-Jakarta Kota di Tebet mengakibatkan tewasnya seorang pria lansia yang merupakan warga sekitar. Polisi telah mengecek lokasi kecelakaan di Jalan Kebon Baru RT 06 RW 06 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jaksel.

“Korbanya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi.

Lokasi warga tertabrak KRL di Tebet, Jaksel, pada Kamis (20/8/2026) pagi (Taufiq/detikcom)
Joko menerangkan, korban sempat berjalan di pinggir rel kereta sebelum tertemper. Korban meninggal dunia di tempat akibat luka parah di kepalanya.

“Atas kejadian korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jenazah korban dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Warga menceritakan korban sempat duduk di pos perlintasan sebelum akhirnya ditemukan tewas. Seorang warga Een (57) menceritakan, awalnya korban bernama Ishak alias Saak itu sedang duduk di pos perlintasan bersama penjaga pos.

“Sekitar 06.15 WIB itu kita masih nganter kopi itu ke pos yang jaga. Dia (korban) lagi duduk di situ, emang biasanya nongkrong (di pos) nggak pagi, gak sore. Namanya ngademnya, orang sini banyak juga,” ujar Een saat ditemui di lokasi.

Een yang membuka warung Tegal (warteg) di samping perlintasan sempat menawarkan kopi kepada Saak saat mengantar kopi ke penjaga. Saat KRL melintas dari arah Stasiun Cawang ke Tebet dan penjaga menurunkan palang perlintasan agar tak ada motor yang melintas kemudian terdengar suara ‘bruk’.

“Sekitar 06.30 WIB yang jaga pada lihatnya ke arah kereta (dari Cawang), nutup palang tiba-tiba kedengeran suara ‘bruk’. Ngiranya apa gitu, batu atau apa,” ucapnya.

“Eh tiba-tiba yang jaga teriak ‘eh Bang Saak ke mana?’, nggak ada yang ngeuh. Pas kereta berhenti aja baru ketahuan. Ternyata ketabrak,” imbuh dia.

Een mengatakan, korban terpental hingga patok nomor 9 atau sekitar 10 meter dari pos perlintasan. Dia mengatakan korban yang mengalami luka parah di kepala lalu dievakuasi petugas kepolisian.

Warga lain, Bang Jek, mengatakan perhatian penjaga perlintasan saat itu fokus ke arah datangnya kereta. Dia bersama orang lain kaget ketika tahu korban tertabrak kereta.

“Dia (korban) lagi duduk aja di pos. Ada beberapa orang di sini, cuma posisinya kita lihatnya ka ke arah kereta. Tiba-tiba dia ilang, eh ketabrak ternyata,” kata Bang Jek.

Siswa SMA Tertemper di Kalideres
Sementara itu, di Kalideres satu unit motor tertemper KRL di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper. Seorang siswa SMA berinisial DK (18) tewas akibat kecelakaan itu.

“(Korban) Pelajar,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat korban melintas dari arah utara menuju selatan. Korban tertabrak KA 1914A yang melaju dari Duri menuju Tangerang.

“Setibanya di dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong wilayah Kalideres Jakarta Barat,” kata Joko.

Korban mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Polisi menyebut korban membonceng ayahnya saat motor yang dikendarainya tertemper. Saat itu korban dalam perjalanan menuju sekolahnya.


“Infonya ayah dan anak. Korban yang bonceng,” kata Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang.

Ayah korban terluka akibat kecelakaan itu. Namun, belum diketahui kondisi detail ayah korban.

KCI Minta Maaf
Perjalanan KRL lintas Bogor dan Tangerang sempat terdampak dua insiden kecelakaan. KCI menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas keterlambatan perjalanan yang terjadi.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanannya. Siang ini operasional layanan Commuter Line pada lintas tersebut sudah kembali normal,” kata Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi.

Rangkaian KRL 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota mengalami kerusakan pada pipa angin di sistem pengereman akibat temperan dengan seorang lansia. Rangkaian KRL lalu dievakuasi menggunakan kereta penolong untuk diperbaiki di Depo KRL Bukit Duri.

Selama proses evakuasi, jalur rel Pasar Minggu menuju Manggarai sempat dioperasikan menggunakan satu jalur untuk mengurangi dampak keterlambatan.

Sementara itu, Commuter Line No. 1914 relasi Duri-Tangerang yang tertemper sepeda motor mengalami kerusakan di bagian kabin depan KRL. Perjalanan KRL lintas Rawabuaya-Batu Ceper juga sempat diberlakukan satu jalur.


20 Perjalanan KRL Terganggu
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan dua insiden tersebut berdampak terhadap sejumlah perjalanan KRL.

“Sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih dan 2 perjalanan Commuter Line Bogor dibatalkan. Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit,” jelas Karina. dt

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan