Kam. Nov 5th, 2026

Akreditasi A Diraih Perpustakaan Kota Solok

1001096544.jpg (1)
foto

Dawai News, Solok Kota – Akreditasi A diraih Perpustakaan Umum Kota Solok, Sumatera Barat dari Perpustakaan Nasional RI setelah dinilai memenuhi standar penyelenggaraan, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan literasi masyarakat di daerah itu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Herman di Solok, beberapa waktu lalu, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan agar mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Menurut dia, akreditasi tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan perpustakaan, tetapi juga menjadi tolok ukur untuk memastikan layanan, pengelolaan koleksi, sarana prasarana dan kompetensi tenaga perpustakaan berjalan sesuai standar.

Penilaian akreditasi dilakukan melalui visitasi oleh Tim Asesor Perpustakaan Nasional RI di Gedung Perpustakaan Umum Kota Solok, Kamis (29/10). Tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah komponen penyelenggaraan perpustakaan sebelum menetapkan hasil penilaian.

Herman mengatakan, masukan dari tim asesor menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya untuk mengidentifikasi aspek pelayanan yang masih perlu dibenahi, meskipun perpustakaan tersebut telah memperoleh predikat tertinggi.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen mempertahankan capaian akreditasi tersebut melalui pembenahan pengelolaan perpustakaan, peningkatan kualitas pelayanan, serta inovasi program yang dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Selain pembenahan layanan di dalam gedung, Pemerintah Kota Solok juga menyiapkan pengembangan ruang literasi di kawasan Taman Syeh Kukut menjadi Taman Literasi dan Kebudayaan Kota Solok.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan kawasan tersebut direncanakan dilengkapi perpustakaan kecil dan pojok literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membaca, belajar, serta mengembangkan kreativitas.

Pengembangan kawasan itu diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sehingga kegiatan literasi tidak hanya terpusat di gedung perpustakaan, tetapi juga dapat dilakukan melalui ruang publik.

Selain menyediakan ruang membaca, Taman Literasi dan Kebudayaan juga diarahkan menjadi tempat pengenalan dan pelestarian kebudayaan lokal, terutama bagi generasi muda.

Dengan pengembangan tersebut, pemerintah daerah berupaya menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari sekaligus memperluas ruang pembelajaran di luar lingkungan sekolah.

Dia mengatakan, capaian akreditasi A menjadi motivasi bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk terus menghadirkan pelayanan yang nyaman, inklusif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ke depan, pihaknya akan terus mendorong inovasi pelayanan dan pengembangan program literasi agar perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi pusat informasi serta pembelajaran sepanjang hayat. an

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan