Dawai News, Nusa Tenggara Barat – Beredarnya sebuah video berdurasi lebih dari 13 menit yang ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah melakukan penyelidikan.
Video tersebut memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Untuk memastikan kejelasan informasi serta menghindari kesimpangsiuran, aparat kepolisian bergerak melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh dan terukur.
Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar, dalam keterangannya pada Rabu, 11 Februari 2026, menegaskan bahwa pihaknya telah memulai proses pendalaman sejak video tersebut mencuat di ruang publik.
“Kami melakukan pendalaman melalui Unit Tipidter dan Unit PPA. Tim sudah mulai bekerja untuk menelusuri informasi yang beredar,” ujarnya.
Menurut Arie, penyelidikan difokuskan pada beberapa aspek penting, di antaranya pengumpulan bahan keterangan, klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, serta identifikasi terhadap individu yang diduga terlibat dalam video tersebut.
Tak hanya itu, penyidik juga menelusuri pihak yang pertama kali mengunggah konten tersebut ke media sosial. Langkah ini dinilai krusial untuk mengetahui awal mula penyebaran sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam distribusinya.
Selain mengidentifikasi pemeran dalam video, kepolisian juga berupaya memastikan lokasi perekaman. Penentuan lokasi menjadi bagian penting guna memastikan kewenangan penanganan perkara sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
IPTU Arie menegaskan bahwa seluruh tahapan penyelidikan dilakukan secara profesional, proporsional, dan mengedepankan asas kehati-hatian. Ia juga memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan meskipun sebelumnya telah muncul sejumlah klarifikasi dari pihak terkait.
“Kami tetap bekerja sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap informasi yang masuk akan kami verifikasi secara objektif,” tegasnya.
Polres Lombok Timur turut mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi maupun ikut menyebarluaskan konten yang belum tentu kebenarannya. Penyebaran ulang video tanpa verifikasi berpotensi menimbulkan dampak hukum maupun gangguan ketertiban umum.
Hingga saat ini, proses pendalaman masih berlangsung. Aparat memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik setelah hasil penyelidikan diperoleh secara komprehensif. trb
