Disusun Oleh : D. Dt. Rajo Batipueh
Adat nan sabana adat adalah kenyataan yang berlaku tetap di alam, tidak pernah berubah oleh keadaan tempat dan waktu. Kenyataan itu mengandung nilai-nilai, norma, dan hukum. Di dalam ungkapan Masyarakat Nagari Gauang dinyatakan sebagai adat nan indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan, diasak indak layua, dibubuik indak mati; atau adat babuhua mati. Adat nan sabana adat bersumber dari alam.
Pada hakikatnya, adat ini ialah kelaziman yang terjadi sesuai dengan kehendak Allah. Maka, adat Nagari Gauang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu melahirkan konsep dasar pelaksanaan adat dalam kehidupan masyarakat Nagari Gauang, yakni adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dan syarak mangato, adat mamakai. Dari konsep itu lahir pulalah falsafah dasar orang Nagari Gauang yakni alam takambang jadi guru.
Adat nan sabana adat menempati kedudukan tertinggi dari empat jenis adat di Nagari Gauang, sebagai landasan utama dari norma, hukum, dan aturan-aturan masyarakat Gauang. Semua hukum adat, ketentuan adat, norma kemasyarakatan, dan peraturan-peraturan yang berlaku di Nagari Gauang bersumber dari adat nan sabana adat.
Adat nan sabana adat (adat yang sebenar adat) merupakan yang paling kuat (tinggi) dan bersifat umum sekali, yaitu nilai dasar yang berbentuk hukum alam.
Adat Basandi Syarak
Syarak Basandi Kitabullah
Syarak Mangato
Adat Mamakai
Adat nan tak lapuak di hujan
Adat nan tak lakang di paneh
Kok di asak tak layua
Kok di bubuik tak mati
III. 1. Ciri-ciri Adat Nan Sabana Adat
- Tetap dan Tidak Berubah: Sifatnya abadi, tidak terpengaruh oleh waktu, tempat, atau kondisi.
- Bersumber dari Alam dan Syarak: Mengambil ketentuan dari alam semesta (sunnatullah) dan dari ajaran Islam (syariat atau Kitabullah).
- Berlaku Umum: Berlangsung di seluruh wilayah adat Minangkabau, baik di Luhak nan Tigo, kubuang tigo baleh, Nagari Gauang maupun di rantau.
- Falsafah “Alam Takambang Jadi Guru”: Manusia belajar dan mengambil pelajaran dari alam untuk menentukan sesuatu yang tidak secara eksplisit tertulis dalam Al-Qur’an.
Dalam Masyarakat Nagari Gauang Shalat disebut dengan sembahyang. Merupakan kegiatan ibadah yang melibatkan hubungan dengan Tuhan atau kekuatan spiritual, dengan tujuan untuk memohon, bersyukur, atau mendekatkan diri. Dalam konteks agama, sembahyang bisa berarti berdoa, memuja, atau melakukan ritual tertentu sesuai dengan keyakinan Islam
Makna Sembahyang:
Sembahyang secara umum adalah bentuk ekspresi ketaatan, rasa hormat, dan bhakti kepada entitas yang dianggap suci atau ilahi.
Tujuan Sembahyang:
Tujuan sembahyang bisa beragam, termasuk memohon ampunan, rezeki, keselamatan, perlindungan, atau sekadar ungkapan syukur atas segala karunia.
Bentuk Sembahyang:
Bentuk sembahyang dilakukan secara individu maupun berjamaah.
Sembahyang sebagai Bentuk Komunikasi:
Sembahyang juga dapat dipahami sebagai sarana komunikasi antara manusia dengan kekuatan spiritual dengan Allah.
III.2. Kebenaran Adat Nan Sabana Adat
- Adat api sifat tuhannya Azhim.
Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam proses pembakaran kimiawi, yang menghasilkan panas, cahaya, dan berbagai hasil reaksi kimia lainnya. Api merupakan suatu tanda-tanda kekuasan Allah Ta’ala yang jarang disyukuri dan direnungkan oleh banyak umat manusia.
- Surah Al-Qashash ayat 29
۞ فَلَمَّا قَضٰى مُوْسَى الْاَجَلَ وَسَارَ بِاَهْلِهٖٓ اٰنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ نَارًاۗ قَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ
Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan.”
Pantun
Pincanglah biduak rang Tiku
Badayuang sambia manungkuik
Basilang kayu dalam tungku
Baitu api mangkonyo iduik
- Adat air sifat Tuhannya muhyi
Air adalah senyawa kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi . Air adalah salah satu unsur penting yang ada di bumi yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan dan semua jenis makhluk hidup. Oleh karena itu air ini sendiri sering disebut sebagai sumber kehidupan yang dimana ada air maka disitu pula terdapat kehidupan.
- Al Baqarah Ayat 74
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Pantun
Ado udang jo kapiting
Di hari pagi untuk makan
Kenapa air baitu panting
Karena air sumber kehidupan.
- Adat tanah sifat Tuhannya Hakiim.
Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.
- Surah Al A’raaf Ayat 58
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Pantun
Parkaro miliak pulo ditambah
Asa mulo tanah bapunyo
Adapun miliak tantangan tanah
Tabagi ampek parakaro
- Adat Angin sifat Tuhannya Tauwi.
Atmosfir udara membentuk cover yang melindungi bumi seperti tameng bagi penduduk bumi dari benda-benda angkasa (seperti meteor atau komet) yang mengarah ke bumi berjuta-juta banyaknya setiap hari. Kepekatan udara secara sempurna mampu membakar benda-benda langit tersebut sebelum ia sampai ke permukaan bumi. Bila tidak ada lapisan udara ini, benda-benda langit itu pasti sudah membakar banyak kota, dan kampung-kampung. Lapisan ozon yang mengelilingi bumi dalam rentang beberapa mil berfungsi melindungi bumi dari radiasi sinar yang mematikan atau membahayakan makhluk di bumi.
Udara atau angin secara gratis mengirimkan hujan kepada kita. Angin pula yang memudahkan perahu layar bergerak sejak dahulu. Firman Allah swt:
إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ﴿٣٣﴾أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا وَيَعْفُ عَن كَثِيرٍ﴿٣٤﴾
“Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur. Atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).” (QS. Asy-Syura [42]: 33-34).
Pantun
Tinggi nyo Bukik Gunung Talang
Tampak Nan dari Pasa Sumani
Hujan Taduah Kabuik lah hilang
Iyo lah rancak angin nyo kini. *******
