Sen. Mei 18th, 2026

Managaji “Manangah” Di Nagari Gauang

Eceed20efa017191633cf3d7934c110b 1
foto

Mengaji menengah dilakukan :

  • Mengaji menegah dilakukan membantai Sapi didilakukan untuk batagak Malin, Manti, Dubalang dan Urang Tuo serta bisa juga untuk kayo bakamoleran.
  • Sebelum mengaji atau kepala/mamak rumah kaum harus duduk dengan seluruh kaumnya.
  • Setelah duduk dengan kaumnya, mamak rumah memberitahukan Penghulu Suku.
  • Sepakat dengan Penghulu suku, baru dilaporkan ke Masjid untuk menentukan hari dan tanggal mengaji.
  • Sipangka perempuan, membawa /menentukan pesumandan untuk memanggil orang nigari.
  • Pakaian pasumandan untuk memanggil orang nagari  yaitu pakain bundo kandung (Baju hitam, Pakai Takuluak).
  • Sipangka laki laki mamanggia urang yang akan membawa kayu untuk memasak laman. ( Biasanya satu hari sebelu mangaji).
  • Seminggu Sebelum mangaji, sipangka perempuan melepas pasumandan untuk memanggia masyarakat nagari.
  • Sipangka laki laki, sepengetahuan ninik mamak menentukan Janang tuo dari anak pisang.
  • Sipangka laki laki memanggie untuk duduak duduak, mamanggie untuk ma ungguak kayu, malamang dan mengaji.
  • Duduak duduak dilakukan Patang Raba’a/ Rabu Malam / Malam Kamis).
  • Pada Duduak duduak membicarakan hari nan bak batakuak/ janji nan balabuah, besarnya mangaji /Alek, Pakaian kebesaran Ninik mamak dan Puawang setelah selesai makanan dan peminum kopi/ godok serta diletakkan carano selengkapnya tanpa ada keris.
  • Pada hari Sabtu ma ungguak kayu, malamang dan setelah lamang masak baru di bantai Sapi, di hadiri oleh seluruh ninik mamak dan andai tolan.
  • Malamang di lakukan oleh anak pisang, pasumandan dan di bantu oleh masyarakat.
  • Pada Saat Malamang kegiatan yang dilakukan mangukua, memeras kelapa, membuat samba, dan mamasang payuang panji kebesaran penghulu dilaksanakan oleh anak pisang, pasumandan, dan dibantu masyarakat nagari.
  • Lamang sudah masak, dan Sapi di bantai serta gulai angek (Hangat) dimakan bersama sama oleh ninik mamak , anak pisang, rang sumando dan masyarakat nagari.
dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan