Sen. Mei 18th, 2026

Dinas Perdagangan, Koperasi Dan UKM Pasbar Sidak SPBU

701599024 1008672048392757 6206797681539392626 n
foto

Dawai News, Pasaman Barat – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pasaman Barat lakukan inspeksi mendadak ke SPBU Simpang Empat, Rabu, 13 Mei 2026.

Tim menemukan antrian panjang kendaraan diesel di lokasi. Pihak SPBU membenarkan kondisi tersebut, namun menyebut hal serupa terjadi hampir di seluruh SPBU di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pasbar, Agusli, menjelaskan kuota penyaluran Bio Solar untuk SPBU Simpang Empat tidak berkurang.

“Kuota tetap 16 ton per hari. Tidak ada pengurangan alokasi dari Pertamina,” ujarnya.

Lonjakan permintaan terjadi akibat selisih harga yang besar antara Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter dengan Dexlite non-subsidi yang mencapai Rp27.150 per liter. Banyak kendaraan yang seharusnya menggunakan Dexlite beralih ke Bio Solar.

Di lapangan, renovasi bangunan SPBU Simpang Empat juga mengurangi kapasitas kendaraan yang bisa antri di dalam area SPBU. Akibatnya, kendaraan mengular hingga ke jalan umum.

Di tengah kelangkaan di SPBU, Bio Solar justru tersedia di kios pengecer dengan harga Rp12.000–Rp15.000 per liter. Padahal, harga resmi subsidi jauh lebih rendah.

Pihak manajemen SPBU menegaskan penyaluran Bio Solar dilakukan sesuai aturan. Setiap pembelian wajib menggunakan barcode kendaraan, dan satu barcode hanya berlaku satu kali dalam sehari. Untuk menjaga ketertiban, SPBU juga berkoordinasi dengan Polsek setempat agar antrian berjalan tertib dan mengurangi potensi kemacetan serta percaloan.

Agusli menyatakan Pemda Pasbar akan menindaklanjuti temuan ini ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pertamina Patra Niaga.

“Kami akan mengusulkan solusi berupa penambahan kuota sementara dan penguatan pengawasan distribusi agar BBM subsidi tepat sasaran,” katanya. hum

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan