Rab. Jun 10th, 2026

Gempa Filipina, Korban Tewas Sampai Sekarang 41 Orang

Malam mencekam di filipina warga menatap ngeri reruntuhan kota 1780926801802
dt / foto

Dawai News, Jakarta – Jumlah Korban tewas kibat gempa bumi dengan Magnitudo (M) 7,7 di laporkan otoritas Filipina bertambah menjadi sedikitnya 41 orang. Sekitar empat orang lainnya dilaporkan masih hilang.

Gempa dahsyat yang mengguncang area lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, pada Senin (8/6) pagi, sekitar pukul 07.37 waktu setempat itu, menurut laporan media lokal Philstar, menyebabkan kerusakan luas di beberapa area Mindanao.

Gempa ini merobohkan bangunan, mengganggu pasokan listrik dan air, serta memicu tanah longsor di beberapa area. Gempa ini juga sempat memicu peringatan tsunami.

Ribuan orang, seperti dilansir AFP, Selasa (9/6/2026), masih mengungsi dari rumah-rumah mereka. Hingga Selasa (9/6) pagi, jumlah korban tewas berdasarkan sumber-sumber provinsi setempat, yang dihubungi oleh AFP, mencapai sedikitnya 41 orang.

Wakil juru bicara Kantor Pertahanan Sipil (OCD), Diego Mariano, mengatakan bahwa sebagian besar kematian tercatat di wilayah Soccsksargen, termasuk di Provinsi Sarangani, Kota General Santos, dan Cotabato Selatan. Korban tewas juga tercatat di wilayah Davao.

Sebagian besar korban, sebut juru bica OCD Junie Castillo, tewas akibat reruntuhan bangunan dan struktur yang runtuh selama gempa mengguncang.

Otoritas setempat, seperti dilansir Anadolu Agency, melaporkan setidaknya 479 orang mengalami luka-luka, dengan sebagian besar atau sebanyak 456 korban luka di antaranya ada di wilayah Davao.

Gempa ini berdampak terhadap sekitar 88.000 orang di berbagai wilayah Mindanao bagian selatan, termasuk 22.690 warga yang mengungsi. Para pejabat setempat mengatakan banyak warga masih berada di ruang terbuka karena gempa susulan yang terus terjadi dan kekhawatiran tentang keamanan bangunan.

Operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi tetap berkonsentrasi di Kota General Santos dan Provinsi Sarangani, di antara wilayah yang terdampak paling parah.

Di Provinsi Sarangani yang terdampak paling parah, beberapa area masih hanya bisa diakses dengan helikopter dan kekhawatiran akan gempa susulan memperlambat upaya penyelamatan. Serangkaian gempa susulan yang kuat mengguncang area tersebut sekitar dua jam setelah gempa pertama, dengan ratusan gempa kecil menyusul.

Otoritas setempat melaporkan kerusakan terjadi pada 9 jembatan dan 19 ruas jalanan setempat. Sebanyak 1.889 rumah rusak, termasuk sekitar 1.500 rumah yang hancur total. dt

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan