Dawai News, Pariaman – Wali Kota Pariaman, Yota Balad buka Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Pariaman Tahun 2026–2030 di Aula Kantor Balaikota Pariaman, Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Yota Balad menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui dan menyempurnakan RPB Kota Pariaman agar selaras dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) serta memperkuat kesiapsiagaan kota dalam menghadapi potensi bencana.
“Kota Pariaman harus memiliki blueprint perencanaan kota yang jelas. Kebencanaan ini adalah hal yang paling rawan. Kita tidak hanya memberikan bantuan setelah bencana terjadi, tetapi bagaimana kita merencanakan tindakan preventif sebelum bencana itu dating. kita meminta seluruh pesert termasuk OPD terkait, forum kepala desa, akademisi, hingga pimpinan BUMN/BUMD, dapat memberikan masukan yang konkret. Penyusunan dokumen ini jangan hanya sekadar jadi buku setelah selesai disusun. Kita ingin perencanaan preventif dan penanggulangan ini terintegrasi dan siap dilaksanakan demi meminimalisir risiko serta korban jiwa,” ujarnya.
Selain langkah fisik dan teknis perencanaan, Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat benteng spiritual melalui zikir dan doa guna memohon perlindungan dari musibah.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari perwakilan Komisi II DPRD Kota Pariaman, Perangkat Daerah, Camat, Forum Kepala Desa, Akademisi, serta pimpinan BUMN dan BUMD di Kota Pariaman.
Sosialisasi yang menghadirkan Tim Ahli dari PT. DRR Indonesia sebagai narasumber ini diisi dengan penyampaian materi metodologi penyusunan RPB serta diskusi inventarisasi untuk menyepakati akar masalah kebencanaan dan penanganan di Kota Pariaman. hum
