Dawai News, Pesisir Selatan – Program Nagari Pandai menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan berbasis komunitas.
Hal tesebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, saat menjadi narasumber pada Seminar Program Pro Rakyat yang diselenggarakan Bapperida Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Mengangkat tema “Membangun SDM Unggul Melalui Pendidikan Berkualitas, Literasi, dan Keterampilan Masa Depan”, Salim menjelaskan bahwa Program Nagari Pandai hadir untuk memperkuat pendidikan formal dan nonformal melalui pengembangan literasi, karakter, budaya, minat, bakat, serta keterampilan peserta didik. Program tersebut diperkuat dengan Nagari Mengaji sebagai bagian dari pembentukan karakter religius dan penguatan akhlak generasi muda.
Menurut Salim, salah satu tujuan utama Program Nagari Pandai adalah menggeser aktivitas keseharian siswa dari yang sebelumnya lebih banyak berkutat dengan media digital menuju aktivitas yang lebih produktif melalui komunitas di lingkungan sekitar.
“Dengan adanya Program Nagari Pandai ini, aktivitas siswa kita geser dari aktivitas bermedia menjadi aktivitas berkomunitas. Melalui komunitas, anak-anak akan memiliki ruang belajar yang lebih luas dan mampu mengembangkan keterampilan sosial serta karakter,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih belum optimalnya pemanfaatan waktu luang peserta didik di luar jam belajar. Menurutnya, jam kosong siswa seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, pengembangan bakat, literasi, maupun aktivitas positif lainnya yang melibatkan lingkungan masyarakat.
Selain itu, Salim mengungkapkan bahwa tantangan lain yang masih dihadapi dunia pendidikan adalah belum sejalannya peran orang tua dengan satuan pendidikan dalam mendampingi proses belajar anak. Padahal, katanya, sekitar 70 persen perkembangan karakter dan perilaku anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga.
Karena itu, Program Nagari Pandai bersama Nagari Mengaji dirancang dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan hingga ke tingkat nagari. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Salim menambahkan, keberhasilan program tersebut juga ditopang oleh penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses pendidikan berbasis komunitas. Dengan demikian, setiap anak memiliki ruang belajar yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya sekaligus mampu menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui ekosistem pendidikan berbasis komunitas, lanjutnya, siswa tidak hanya belajar dari guru di sekolah, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki berbagai pengalaman dan keahlian. Interaksi tersebut diyakini mampu membentuk kecakapan emosional, memperkuat karakter, serta menyiapkan generasi Pesisir Selatan yang lebih cerdas, berdaya saing, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal. fb
