Dawai News, Solok – Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi menjadi tulang punggung gerak majunya suatu institusi, terutama institusi pendidikan, tempat tuntutan untuk adaptasi terhadap perkembangan informasi sangat tinggi.
Sedangkan Literasi perpustakaan merujuk pada kemampuan individu untuk menggunakan perpustakaan dengan efektif, memahami informasi yang disajikan, juga mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mengevaluasi, mengolah, dan menggunakan sumber daya informasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, Eko Gunanto, S.Pd. dalam bimbingan Teknis Bertutur Kabupaten Solok, Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Koto Baru, beberapa waktu lalu.
Sedangkan Perpustakaan digital sendiri adalah hal yang muncul seiring berkembangnya teknologi, tambah Eko.
Ide tentang konsep dasar dari perpustakaan digital pertama kali muncul pada tahun 1945 oleh Vannevar Bush yang mengeluhkan penyimpanan informasi manual yang menghambat akses terhadap penelitian yang telah di publikasi. Pada awal 1990-an hampir seluruh fungsi perpustakaan ditunjang dengan otomasi dalam jumlah dan cara tertentu, jelasnya.
Pengembangan perpustakaan digital bukan hanya mengenai perpustakaan yang berbentuk konvensial atau fisik dan kemudian diubah menjadi bentuk digital, tambahnya.
Perkembangan tersebut juga memiliki beberapa aspek yang penting untuk memastikan bahwa pengembangan perpustakaan digital berjalan dengan baik.
Aspek tersebut adalah mengenai perpustakaan digital itu sendiri, teknologi yang dipakai dalam pengembangan perpustakaan digital, manajemen koleksi digital, dan hal-hal lain berupa tantangan juga peluang yang dapat diperhatikan lebih lanjut agar perpustakaan digital mencapai potensi maksimalnya, pungkas Kadis. dd
Pembuatan katalog, sirkulasi, peminjaman buku, pengelolaan jurnal, penambahan koleksi, kontrol keuangan, manajemen koleksi yang sudah ada, dan data pengguna. Kemudian dalam perkembangannya lagi, perpustakaan digital menjadi salah satu sumber informasi yang diterapkan di berbagai tempat dan institusi, tidak terlepas juga institusi pembelajar seperti sekolah dan universitas. Akan tetapi, pengembangan perpustakaan digital bukan hanya mengenai perpustakaan itu sendiri.
Keterampilan dasar dalam informasi yang tak lain adalah kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi dan menggunakan informasi dari berbagai sumber secara efektif, menjadi sebuah keahlian yang teramat penting dan harus dikuasai oleh semua pihak baik pustakawan maupun pengguna.
Selanjutnya yang terpenting adalah bagaimana kita dituntut untuk mengambil keputusan yang benar dan tepat dengan sumber informasi yang tersedia di perpustakaan, sehingga dapat dipercaya dan dapat dipertanggung jawabkan sumbernya.
Namun pernahkah kita sadari bahwa keberadaan perpustakaan yang menyediakan berbagai informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu ternyata membawa dampak yang sangat positif dan sangat membantu literasi informasi bagi pengguna.
