Dawai News, Pesisir Selatan – Bupati Pesisir Selatan Peletakan batu pertama pembangunan lanjutan Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis, 10 September 2026.
Hendrajoni, mengatakan, keberadaan pasar bukan sekadar tempat bertemunya pedagang dan pembeli. Pasar memiliki posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan sehari-hari.
“Pasar merupakan jantung perekonomian masyarakat,” ujar Hendrajoni dalam sambutannya.
Ia mengatakan, pembangunan dan revitalisasi Pasar Surantih diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih nyaman, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.
Menurutnya, pasar yang tertata dan memiliki fasilitas memadai akan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan ikut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan revitalisasi Pasar Surantih ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, karena pengunjung akan lebih nyaman,” katanya.
Hendrajoni bahkan menargetkan Pasar Surantih nantinya dapat menjadi salah satu pasar terbaik di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Nantinya akan menjadi salah satu pasar terbaik di Pesisir Selatan,” ucapnya lagi.
Namun, pembangunan fisik saja dinilai tidak cukup. Hendrajoni meminta para pedagang dan masyarakat ikut memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas yang tersedia nantinya.
Ia mengingatkan agar fasilitas pasar dirawat dan dijaga bersama setelah pembangunan selesai, sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. hum
“Atas nama masyarakat Sutera, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Hendrajoni atas komitmennya untuk masyarakat,” kata Jamalus.
Menurut Jamalus, penantian masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan Pasar Surantih bukan waktu yang singkat. Selama kurang lebih lima tahun, pembangunan pasar tersebut dinilai tidak memiliki kejelasan sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Masyarakat sangat bersyukur akhirnya pembangunan pasar ini dilanjutkan, karena sudah lima tahun tidak jelas dan terkatung-katung,” tuturnya.
Jamalus juga memastikan persoalan status lahan yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pembangunan kini telah diselesaikan dengan baik.
“Status tanah tersebut sudah clean and clear,” ujarnya.
Dengan kembali dimulainya pembangunan menggunakan anggaran Rp6,1 miliar, masyarakat berharap Pasar Surantih tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar berubah menjadi pusat perdagangan yang representatif.
Pasar tersebut diharapkan mampu memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi pedagang, meningkatkan kenyamanan masyarakat, sekaligus menjadi penggerak ekonomi Kecamatan Sutera dan wilayah sekitarnya.
Bagi masyarakat Sutera, peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni pembangunan. Setelah lima tahun menunggu kepastian, pembangunan kembali pasar menjadi tanda bahwa harapan untuk memiliki pusat perdagangan yang lebih baik mulai menemukan titik terang
