Dawai News, Solok – Peran perpustakaan sangat diperlukan dalam penguatan budaya. Melalui penyediaan bahan informasi yang berkualitas, dapat mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Bunda Literasi Kabupaten Solok, Ny. Nia Jhon Firman Pandu (JFP) menyebut, literasi telah diadopsi sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan yang memiliki dampak sosial-ekonomi dan berkaitan erat, dengan pembangunan ekonomi yang membawa kesejahteraan.
“Guna mewujudkan masyarakat yang berliterasi, dan meningkatkan peran literasi untuk kesejahteraan, perpustakaan terus melakukan transformasi layanan berbasis inklusi sosial,” ujar Bunda Literasi waktu pembukaan Festival Literasi Kabupaten Solok, Koto Baru, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dikatakan, Sekolah pun memiliki andil dalam mendukung penguatan budaya literasi. Karena SDM yang kompeten, unggul, dan produktif, dapat diciptakan jika perpustakaan sekolah dapat merangkul seluruh potensi.
Dengan segala ilmu pengetahuan yang ada untuk disampaikan kepada masyarakat dan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri.
“Perpustakaan memiliki peran yang erat di Sekolah. Maka diharapkan dapat berinovasi dan berkontribusi, khususnya dengan mendokumentasikan berbagai pengetahuan dalam bentuk buku untuk masyarakat Kabupaten Solok,” lanjut dia.
Ia menambahkan, penguatan literasi dapat dimulai dari hal yang terdekat seperti di lingkungan keluarga. Misalnya, tersedianya perpustakaan di rumah atau mendongeng sebelum tidur.
“Saya memiliki konsep empat pilar menuju bonus demografi. Harus memperbaiki diantaranya, literasi keluarga, kita harus bergabung di komunitas, penguasaan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), dan networking atau jejaring. Tanpa itu, kita hanya menjadi penonton di bonus demografi Indonesia di tahun 2030,” ungkapnya.
Menghadapi bonus demografi di tahun 2030, Indonesia memiliki SDM produktif yang melimpah. Tingkat pendidikan yang masih rendah, serta pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja di Indonesia menjadi tantangan Bonus demografi. Untuk membentuk SDM unggul diperlukan enam literasi dasar, seperti literasi baca tulis, finansial, IT, numerasi, sains dan budaya, serta kekeluargaan. dw
