Dawai News, Agam – Kabupaten Agam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,91 persen pada Triwulan II 2026 secara tahunan (year-on-year).
Hal tesebut disampaikan Oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sumatera Barat bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Padang, Senin, 2 November 2026.
Ia menambahkan, capaian tersebut melampaui target RKPD Kabupaten Agam 2026 yang ditetapkan sebesar 4,7 persen.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan sektor pertanian, pengembangan agroindustri, dan peningkatan infrastruktur pendukung perekonomian masyarakat.
Komitmen itu didukung sejumlah program dan alokasi anggaran. Pada sektor pertanian, Pemkab Agam mengalokasikan Rp21,41 miliar untuk meningkatkan produktivitas, termasuk pengadaan 176 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta peningkatan jaringan irigasi.
Selanjutnya, sebesar Rp1,52 miliar disiapkan untuk mendukung pengembangan agroindustri, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, pengembangan usaha mikro, dan penyediaan sarana prasarana industri.
Sementara itu, penguatan konektivitas dan infrastruktur didukung anggaran sebesar Rp228,50 miliar yang diarahkan untuk penanganan jalan, jembatan, serta infrastruktur pendukung kegiatan produksi dan distribusi masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam berupaya memperkuat fondasi ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperlancar konektivitas antarwilayah.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Agam Madani, Maju, dan Berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pungkasnya. amc
