Dawai News, Bukittinggi – Peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, pada Pelatihan Peningkatan Mutu dan Penyerahan Insentif Guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, Pondok Pesantren, serta Garin Masjid/Mushalla Triwulan III Tahun 2026,di Hotel Valmont Bukittinggi, Senin, 2 November 2026.
Ia menambahkan, pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta berlandaskan agama dan budaya Minangkabau.
“Para guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama dan budaya, ujarynya.
Diharapkannya melalui pelatihan peningkatan mutu dan pemberian insentif ini, kompetensi serta kesejahteraan guru semakin meningkat.
Dengan demikian, para pendidik dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, menanamkan nilai-nilai agama, serta membentuk generasi muda Bukittinggi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berbudaya, ujarnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, menjelaskan, ada dua kegiatan yang diselenggarakan dalam pertemuan kali ini.
Pelatihan peningkatan mutu bagi guru MDTA, TPQ, Pondok Al-Qur’an, Rumah Tahfiz dan Pondok Pesantren, dan penyerahan insentif Triwulan III tahun 2026 untuk periode Juli hingga September kepada guru keagamaan serta garin masjid dan mushalla.
“Kegiatan pelatihan, dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan menghadirkan 16 orang narasumber.
Untuk insentif Triwulan III tahun 2026, diberikan kepada 840 penerima, terdiri dari 78 guru Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), 202 guru Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), 101 guru Forum Komunikasi Pondok Al-Qur’an (FKPA), 309 guru Badan Kerja Sama (BKS), serta 150 garin masjid dan mushalla.
Secara keseluruhan, anggaran pemberian jasa guru dan garin tahun 2026 mencapai Rp7,782 miliar, dengan rincian Rp6,792 miliar untuk guru dan Rp990 juta untuk garin,”jelasnya. hum
