Sen. Mar 9th, 2026

Budaya Adat Nan Di Adatkan di Nagari Gauang

Eceed20efa017191633cf3d7934c110b
Ilustrasi

Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh

Sistem keturunan Menurut Ibu

Sistem ini merupakan salah satu aspek utama dalam mendefenisikan indentitas masyarakat Nagari Gauang, karena garis keturunan seseorang di rujuk kepada ibu. Di Gauang kehadiran seorang perempuan sangat perlu, karena sebuah keluarga tidak ada keturunan perempuan maka terputuslah garis keturunan tersebut.

Sistem ini sangat sulit di bantah karena sudah ada sejak dulu dan tumbuh berkembang di Nagari Gauang hingga saat sekarang ini. Hal ini lah yang menyebabkan perempuan Gauang memiliki keunikan dan keistimewaan sendiri. Masyarakat sangat memahami kalau perempuan memiliki derjat yang tinggi dimana perempuan memperoleh hak-hak yang biasanya di peroleh oleh laki-laki, namun hak tersebut di peroleh oleh kaum perempuan. Ada dua jenis hak yang di terima oleh perempuan yang di katakan Bundo Kanduang yaitu materil dan moral.

Bunda Kanduang dalam masyarakat dimaknai sebagai perempuan yang diberi kehormatan dan keutamaan menurut adat. Bunda Kanduang sebagai penerima ketentuan keturunan menurut garis ibu, penerima ketentuan rumah tempat tinggal diberikan kepada perempuan, penerima ketentuan bahwa harta dan sumber ekonomi diutamakan untuk perempuan, penerima ketentuan bahwa yang menyimpan hasil usaha perekonomian adalah juga perempuan, serta pemegang hak suara istimewa dalam bermusyawarah. Ketentuan ini dapat dicermati dalam petatah petitih yang berbunyi sebagai berikut :

Alim pandito dalam nagari

Suluah nan tarang jadi palito

Sipat parampuan pulo dikaji

Parhiasan alam dan rumahtanggo

Bunda Kanduang dalam kaum

Lalimpeh rumah nan gadang

Amban puruak pagangan kunci

Pusek jalo kumpulan tali

Ka pai tampek batanyo

Kok pulang tampek babarito

Sumarak dalam nagari

Hiasan dalam kampuang

Nan gadang basa batuah

Kok iduik tampek baniat

Kok mati tampek banazar

Ka unduang-unduang ka Madinah

Ka payuang panji ka sarugo

            Ayat Alquran Tentang Ibu

Berbakti kepada ibu merupakan salah satu amalan utama yang sangat ditekankan dalam islam. Berikut ini beberapa ayat alquran tentang ibu yang menunjukkan betapa ibu adalah sosok wanita mulia yang sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan baik dari kita semua.

إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَى * أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِ       السَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِي وَعَدُوٌّ لَهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي * إِذْ تَمْشِي أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَنْ يَكْفُلُهُ فَرَجَعْنَاكَ إِلَى أُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَاكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِي أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَى قَدَرٍ يَامُوسَى

(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan, (38) (yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarkanlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir‘aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kasih saying kepadamu yang datang dari-Ku, dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku. (39) (Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan mengasuhnya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar), dan Kami telah mengujimu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun bersama penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan. (40) – (Q.S Thaha: 38-40)

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan