Sen. Mar 9th, 2026

Inter Kalah Derby, Ini Penyebabnya

Library upload 24 2026 03 1280x720 christian pulisic ac 51d0a63
foto / bola

Dawai News, Jakarta – Derby della Madonnina yang berlangsung di San Siro, Inter harus menerima kekalahan tipis dari Milan (0-1). Hasil tersebut membuat keunggulan Nerazzurri di puncak klasemen Serie A berkurang dari 10 poin menjadi tujuh.

Pertandingan ini juga berlangsung dalam situasi yang tidak ideal bagi Inter Milan. Dua penyerang utama mereka, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez, tidak dapat tampil karena masalah kesehatan dan cedera.

Pelatih Cristian Chivu mengakui timnya kesulitan mengatasi pertahanan rapat AC Milan. Meski begitu, ia menilai hasil pertandingan ini tidak banyak mengubah situasi dalam perburuan gelar.

Inter Kesulitan Membongkar Pertahanan Milan

Inter Kesulitan Membongkar Pertahanan Milan

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter memulai pertandingan dengan tempo yang kurang meyakinkan. Chivu menilai performa timnya pada babak pertama berada di bawah standar.

Situasi semakin sulit ketika Milan berhasil mencetak gol melalui Pervis Estupinan. Gol tersebut tercipta saat sang pemain menyambut umpan terobosan Youssouf Fofana dan mengejutkan lini pertahanan Inter.

“Babak pertama kami berada di bawah standar dengan tempo permainan yang lambat, kemudian kami kebobolan dan itu menjadi pukulan bagi kami,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.

“Kami mencoba meningkatkan tempo setelah jeda dan sempat tampil lebih baik pada beberapa momen, termasuk menciptakan peluang bagus melalui Dimarco.”

“Kami mencoba segala cara untuk mengurung mereka di area pertahanan, tetapi kami tidak mampu membongkar blok pertahanan mereka.”

Inter Akui Kurang Dinamis di Lini Serang

Inter Akui Kurang Dinamis di Lini Serang

Fikayo Tomori, berebut bola dengan Pio Esposito, dalam laga Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno

Absennya Thuram dan Lautaro membuat Inter harus menurunkan duet penyerang baru, Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny. Kombinasi tersebut terlihat belum sepenuhnya padu sepanjang pertandingan.

Chivu juga menilai timnya tidak cukup dinamis untuk menembus pertahanan Milan yang bermain sangat dalam. Situasi itu membuat berbagai upaya serangan Inter tidak berjalan efektif.

“Kami memang berhasil mencapai garis akhir lapangan, tetapi tidak dalam situasi yang benar-benar jelas. Umpan silang kami akhirnya mudah dibuang oleh para bek mereka karena kami tidak pernah berada di posisi di depan mereka,” jelas Chivu.

“Ada kekurangan dinamisme dalam permainan kami. Milan duduk sangat dalam dan menunggu kami untuk kemudian melancarkan serangan balik. Kami harus meningkatkan tempo permainan.”

Inter Masih Nyaman di Puncak

Meski hasil ini membuat jarak di puncak klasemen menyusut menjadi tujuh poin, Chivu menilai posisi Inter tetap tidak berubah secara signifikan dalam perburuan gelar.

“Tidak ada yang akan berubah bahkan jika kami menang malam ini,” tegas Chivu.

Sebelum pertandingan ini, Inter sebenarnya sedang menikmati rangkaian hasil positif di Serie A sejak derby sebelumnya pada 23 November, dengan catatan 14 kemenangan dan satu hasil imbang melawan Napoli.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir performa mereka mulai dipertanyakan. Inter sebelumnya juga bermain imbang tanpa gol melawan Como di semifinal Coppa Italia dan tersingkir dari Liga Champions pada babak play-off setelah kalah dari klub Norwegia, Bodo/Glimt. bl

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan