Dawai News, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Kapolda, Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan penurunan angka signifikan terkait . Per tanggal 27 Agustus 2026 ini, titip panas (hotspot) di Provinsi Riau tersisa 97 titik.
Irjen Herry Heryawan menyampaikan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Dashboard Lancang Kuning. Kapolda bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo sendiri telah melakukan patroli udara pada pagi tadi untuk memantau secara langsung karhutla di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
“Per jam 8 pagi tadi, Kamis 27 Agustus 2026 ada penurunan yang sangat signifikan, hanya tersisa 79 titik panas (hotspot) tersebar di beberapa wilayah,” kata Irjen Herry Heryawan di Rohil, Kamis (27/8/2026).
Kapolda juga menyampaikan kabar baik terkait kondisi karhutla di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Wilayah tersebut merupakan lokasi yang terdampak karhutla paling lama yakni 28 hari dan saat ini dinyatakan zero karhutla.
Irjen Herry menyampaikan karhutla di Kerumutan saat ini sudah padam, namun masih terus dilakukan pendinginan, mengingat lahan yang terbakar berupa gambut.
“Untuk Kerumutan, itu karena upaya kolaboratif yang kita lakukan selama ini termasuk OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) yang kita lakukan di Kerumutan yang awalnya saat kedatangan Bapak Presiden itu yang 900 hektare itu, alhamdulillah berkat Allah SWT, hari ini zero,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya mengantisipasi titip panas yang muncul di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan serta di Kabupaten Siak.
“Ada hotspot tetapi di kategori medium, ada 13 titik,” imbuhnya.
Sebagai langkah percepatan memadamkan titik panas tersebut, Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai menempatkan sejumlah personel untuk melakukan pemadaman di dua wilayah tersebut.
“Kami beserta Pak Pangdam deploy pasukan di sana untuk membantu Kabupaten Pelalawan untuk membuat sumur bor dan menggali sekat kanal,” imbuhnya. dt
