Kam. Agu 27th, 2026

Dispersip Kab.Solok Adakan FGD Penguatan Literasi

WhatsApp Image 2026 08 27 at 09.25.07~2
foto

Dawai News, Solok – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Solok melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang penguatan Ekosistem Literasi Kabupaten Solok.

FGD tersebut dihadiri pustakawan, guru dan pegiat literasi Kabupaten Solok, di Aula Dispersip, Koto Baru, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kepala Bidang Pelayanan Pengelolaan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Solok, Lili Guswanti, SH, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada pustakawan, guru dan pegiat literasi tentang literasi informasi agar mereka mampu mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi serta memanfaatkan sumber informasi secara kritis, etis dan efektif.

Image

“Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat peran pustakawan sebagai pengelola sumber informasi, guru sebagai fasilitator pembelajaran berbasis literasi dan pegiat literasi sebagai agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat melalui berbagai program literasi,” ungkapnya.

Lili menambahkan, melalui sinergi antara pustakawan, tenaga pendidik dan komunitas literasi diharapkan dapat terbangun ekosistem literasi yang kuat, berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi.

“FGD ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk menyamakan persepsi, meningkatkan keterampilan teknis serta membangun jejaring kolaborasi antar pemangku kepentingan literasi di Kabupaten Solok,” jelasnya.

Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Solok, Eko Gunanto, S.Pd, mengatakan literasi saat ini tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan teknologi menuntut masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi dan memanfaatkan informasi secara bijaksana.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Di era transformasi digital ini, literasi berarti kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi serta memanfaatkan teknologi informasi secara bijak. Karena itu, pustakawan, guru dan pegiat literasi merupakan garda terdepan dalam membangun ekosistem literasi masyarakat,” katanya.

Kadis menjelaskan Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen mendukung Gerakan Literasi Nasional melalui berbagai program penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan anggaran, peningkatan sarana prasarana serta pelatihan berkelanjutan bagi pengelola perpustakaan dan pegiat literasi.

Ia menambahkan, komunikasi dan kolaborasi antar pustakawan, guru dan pegiat literasi perlu terus diperkuat agar gerakan literasi di Kabupaten Solok semakin berkembang. dd

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan