Kam. Okt 22nd, 2026

Mimilukan, Penyerangan Kepada Penonton Voli, 1 orang Meninggal

20261021 152738 99a35dd1
foto

Dawai News, Nusa Tenggara Barat – Memilukan, Peristiwa penyerangan yang terjadi di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kepada sejumlah pemuda menonton pertandingan bola voli.

Peristiwa tersebut mengakibatkan Abdul Munir (24) meninggal dunia, sementara Rahmadin (23) mengalami luka-luka. Polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kejadian itu.

“Benar, kejadiannya tadi malam,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, Rabu (21/10/2026).

Mubiarto membenarkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. Kedua korban merupakan warga Dusun Oi Ua, Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, tim gabungan Satreskrim Polres Bima Kota bersama personel Polsek Langgudu dan Polsek Lambu melakukan penyelidikan. Hasilnya, tiga orang berinisial RA (19), SA (19), dan MM (18) diamankan di lokasi berbeda.

“Tiga terduga pelaku sudah diamankan langsung dalam kurun waktu tak sampai 12 jam setelah kejadian. Masing-masing berinisial RA (19), SA (19) dan MM (18),” ujar Mubiarto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang disampaikan kepolisian, peristiwa itu bermula ketika RA bersama sejumlah rekannya menonton pertandingan bola voli di Desa Dumu. Dalam kesempatan tersebut, salah seorang rekan mereka bercerita pernah mengalami pemukulan oleh sekelompok orang.

Menurut keterangan awal yang diperoleh penyidik, cerita tersebut kemudian memicu ajakan dari SA untuk mendatangi orang-orang yang dimaksud. Pertemuan itu berujung adu mulut hingga terjadi perkelahian yang menyebabkan dua pemuda menjadi korban.

Dalam pemeriksaan awal, SA mengaku menggunakan sebilah golok untuk menyerang Abdul Munir. Sementara itu, RA mengaku menusuk Rahmadin menggunakan sebilah keris pada bagian punggung sebanyak tiga kali.

Adapun MM, berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada polisi, mengaku berada di lokasi kejadian, tetapi tidak melakukan penganiayaan. Keterangan tersebut masih perlu didalami penyidik untuk memastikan peran masing-masing pihak dalam peristiwa itu.

Mubiarto mengatakan, ketiga orang yang diamankan berasal dari Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Polisi akan memeriksa mereka lebih lanjut guna mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk peran masing-masing dalam insiden yang menewaskan satu orang tersebut.

“Polres Bima Kota akan menangani perkara ini secara profesional dan mengusutnya dengan tuntas. Kami imbau warga agar bersama-sama menjaga kamtibmas dan tidak main hakim sendiri,” tegas Mubiarto. trb

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan