Disusun Oleh: Dafrizal (Sekretarsi Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Solok)
Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, Istilah literasi, pada awal mulanya di Indonesia lebih dikenal dengan istilah melek aksara, keberaksaraan, dan kemahirwacanaan. Keempat istilah tersebut pada dasarnya berpadanan, berkemiripan, serta bersinonim. Istilah literasi merupakan upaya mengindonesiakan dari istilah ‘literacy’, yang secara etimologis berasal dari bahasa Latin “literatus”, yang ‘‘artinya’’ orang yang belajar.
Namun, seiring dengan perkembangan waktu, sekarang istilah penggunaan ‘literacy’ ‘‘diadopsi’’ menjadi literasi dalam kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan istilah literasi lebih populer dan membudaya dibandingkan dengan penggunaan istilah melek huruf, keberaksaraan, dan kemahirwacanaan. Dalam dunia pendidikan dan perpustakaan, istilah literasi dan gerakan literasi semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, bahkan oleh masyarakat dunia internasional.
Di Indonesia, semakin populer dan meluasnya penggunaan istilah literasi, menurut (Saryono, 2007: 1) paling tidak disebabkan oleh 4 (empat) hal utama: Pertama, semakin tumbuhnya kesadaran tentang strategisnya literasi bagi kemajuan dan masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045. Baik secara historis maupun sosiologis terbukti bahwa masyarakat dan bangsa yang maju dan unggul selalu disokong oleh adanya penguatan literasi. Kedua, semakin disadari oleh sebagian besar elemen ‘‘masyarakat’’ Indonesia, termasuk Pemerintah Indonesia, bahwa kemajuan dan keunggulan individu, masyarakat, dan bangsa Indonesia ditentukan oleh adanya tradisi dan budaya literasi yang mantap. Ketiga, semakin kuatnya kepedulian dan keterlibatan berbagai kalangan masyarakat, komunitas, dan pemerintah dalam upaya menumbuhkan, memantapkan, dan bahkan menyebarluaskan kegiatan, program, tradisi, dan budaya literasi di lingkungan masyarakat, lingkungan komunitas, dan lingkungan pendidikan. Kemudian, semakin masifnya gerakan-gerakan literasi yang berkembang di masyarakat dan sekolah yang dilakukan oleh berbagai macam kalangan.
Makin ‘‘berkembangnya’’ penggunaan literasi itu, seiring dengan makin pesatnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya literasi bagi kemajuan suatu bangsa. Pada mulanya, literasi sering dipahami sebatas melek huruf, melek aksara, dalam arti tidak buta huruf. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, pengertian melek huruf dipahami sebagai kepahaman atas informasi yang tertuang di dalam media tulis
Definisi baru dari literasi menunjukkan paradigma baru dalam upaya memaknai literasi dan pembelajarannya. Kini ungkapan literasi memiliki banyak variasi, seperti Literasi media, literasi komputer, literasi sains, literasi sekolah, dan lain sebagainya. Hakikat ber-literasi secara kritis dalam masyarakat demokratis diringkas dalam lima kata kerja: memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Kesemuanya mengacu pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.
Dan secara etimologis istilah literasi sendiri berasal dari bahasa Latin “literatus” yang dimana artinya adalah orang yang belajar. Dalam hal ini, literasi sangat berhubungan dengan proses membaca dan menulis.
Pengertian Literasi Menurut Para Ahli
Nah agar lebih dapat memahami apa itu literasi, maka kita dapat Merujuk pada pendapat dari beberapa sumber berikut ini:
1. Menurut Elizabeth Sulzby
Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuan. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca.
2. Menurut Harvey J. Graff
Menurut Harvey J. Graff “2006”, Literasi adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca.
3. Menurut Jack Goody
Menurut Jack Goody, Literasi adalah suatu kemampuan seseorang dalam membaca dan juga menulis.
4. Menurut Merriam – Webster
Menurut kamus online Merriam – Webster, Literasi adalah suatu kemampuan atau kualitas melek aksara di dalam diri seseorang dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide secara visual.
5. Menurut UNESCO
Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization”, Literasi adalah kumpulan keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.
6. Menurut Alberta
Menurut Alberta, Literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
7. Institut Nasional untuk Literasi
National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu.
8. Pusat Pengembangan Pendidikan (EDC)
Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan membaca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.
Tujuan, Manfaat, Jenis dan Prinsip
Tujuan Literasi
Adapun setelah kita memahami pengertian Literasi diatas, hal ini tentunya kita sudah memiliki gambaran mengenai tujuan literasi, nah adapaun tujuan literasi itu sendiri ialah sebagai berikut:
1.Membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat.
2.Membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca.
3. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis.
4.Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik dalam diri seseorang.
5. Meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis.
6. Menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas.
7.Membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang sehingga lebih bermanfaat.
Manfaat Literasi
Setelah melihat tujuan literasi yang begitu baik, hal ini masyarakat tentunya akan mendapatkan berbagai manfaat darinya, dan adapun beberapa manfaat literasi antara lain sebagai berikut:
1. Menambah perbendaharaan kata “kosa kata” seseorang.
2. Mengoptimalkan kinerja otak karena sering digunakan untuk kegiatan membaca dan menulis.
3. Mendapat berbagai wawasan dan informasi baru.
4. Kemampuan interpersonal seseorang akan semakin baik.
5. Kemampuan memahami makan suatu informasi akan semakin meningkat.
6. Meningkatkan kemampuan verbal seseorang.
7. Meningkatkan kemampuan analisis dan berpikir seseorang.
8.Membantu meningkatkan daya fokus dan kemampuan konsentrasi seseorang.
9. Meningkatkan kemampuan seseorang dalam merangkai kata yang bermakna dan menulis.
Jenis-Jenis Literasi
Dalam hal ini meskipun penggunaan istilah literasi sudah sangat jamak, namun pada dasarnya istilah tersebut tetap Merujuk pada kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis, mengacu pada literasi, berikut ini ialah beberapa jenis literasi yaitu:
1. Literasi Dasar
Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan dan berhitung. Tujuan dasar literasi adalah untuk mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berkomunikasi dan berhitung.
2. Literasi Perpustakaan
Literasi perpustakaan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis berbentuk fiksi dan nonfiksi, memahami cara menggunakan katalog dan indeks, serta kemampuan memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis dan penelitian.
3. Literasi Media
Literasi media adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami berbagai bentuk media “media elektronik, media cetak dan lain-lain” dan memahami cara penggunaan setiap media tersebut.
4. Literasi Teknologi
Literasi teknologi adalah kemampuan dalam mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi misalnya hardware dan software, memahami cara menggunakan internet serta memahami etika dalam menggunakan teknologi.
5. Literasi Visual
Literasi visual adalah pemahaman yang lebih kemampuan dalam menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual. Literasi visual hadir dari pemikiran bahwa suatu gambar bisa “dibaca” dan artinya bisa dikomunikasikan dari proses membaca.
Prinsip-Prinsip Literasi
Ada beberapa prinsip penting dalam pengembangan literasi di suatu lembaga pendidikan, menurut Kylene Beers “2009”, berikut ini adalah beberapa prinsip pengembangan literasi sekolah yaitu:
1. Bersifat Berimbang
Setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda satu sama lain, sekolah harus menerapkan prinsip ini dengan menerapkan strategi dalam membaca dan variasi bacaan.
2. Bahasa Lisan Sangat Penting
Setiap siswa harus dapat berdiskusi tentang suatu informasi dalam diskusi terbuka yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat, sehingga diharapkan siswa mampu menyampaikan pendapatnya dan melatih kemampuan berpikir lebih kritis.
3. Berlangsung Pada Suatu Kurikulum
Menurut Kylene Beers, seharusnya program literasi diterapkan pada seluruh siswa dan tidak tergantung pada kurikulum tertentu, dengan kata lain kegiatan literasi menjadi suatu kewajiban bagi semua guru dan bidang studi.
4. Pentingnya Keberagaman
Keberagaman adalah sesuatu yang pantas untuk dihargai dan dirayakan di setiap sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyediakan berbagai buku bertema kekayaan budaya negara Indonesia sehingga siswa lebih mengenal budaya bangsa dan juga melestarikannya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa literasi bukan sekedar kemampuan membaca dan menulis karena meliputi pengetahuan bahasa (lisan dan tulisan), kemampuan kognitif, serta pengetahuan mengenai genre dan kultural. *******
