foto
Dawai News, Siak – Dermaga Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang ambruk ditinjau Bupati Siak, Afni Zulkifli, Senin, 5 Januari 2026.
“Malam ini, kita meninjau dermaga pelabuhan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang ambruk sore tadi bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Siak dan beberapa anggota DPRD Siak,” ujar Bupati Afni.

Ia minta, peristiwa ambruknya dermaga pelabuhan KITB diharapkan dapat segera di tangani dengan baik oleh para pihak, karena sangat berdampak pada tenaga kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
“Dari peristiwa hari ini, kita bersyukur tidak ada korban luka, maupun korban jiwa. Kita secepatnya di perbaiki ada banyak jiwa mengantungkan nasib di sini,” ungkap Afni.
Pelabuhan KITB pengelolaannya sambungnya, ada pada KSOP Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya memang pernah disewakan BUMD PT Samudera Siak (SS).
“Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD PT SS, menjadi bahan evaluasi kita di awal masa jabatannya kami selaku Bupati yang dimulai tanggal 4 Juni 2025 silam,” terang Afni.
Karena itu, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara sirkuler pada Agustus 2025 lalu, para pemegang saham, yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE) resmi menganti jajaran Direksi dan Komisaris PT SS yang lama, sekaligus mengangkat pengurus baru.
“Keputusan tegas ini diambil menyusul kinerja buruk Direksi yang di nilai lalai dalam menjaga potensi penting daerah. Dengan jajaran Komisaris dan Direksi yang baru,” terangnya.
Pihaknya saat ini terus berjuang mendapatkan kembali kepercayaan dari Kementerian Perhubungan, untuk izin pengelolaan kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Buton.
Bahkan ungkapnya, ia bersama Ketua DPRD Siak beberapa waktu lalu, sempat berkunjung ke Kemenhub untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola pelabuhan KITB bilamana diberi kepercayaan (lagi).
“Tentu ini bukan kerja mudah dan butuh dukungan semua pihak. Apalagi setelah kejadian ambruknya dermaga pelabuhan hari ini yang disebut Kepala KSOP akibat kelalaian Direksi bertahun-tahun lalu,” sebutnya.
Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang kontribusi dan keberadaannya diharapkan mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Siak.
“KITB menjadi ikhtiar kami bersama DPRD bagaimana pengelolaan termasuk infrastruktur pendukungnya lebih baik lagi kedepan,” pungkasnya. hum