Kam. Feb 26th, 2026

Prinsip Pengobatan Dalam Hadist

2030aff70b6d11ef3c2f5fca19a519a4
Ilustrasi

Hadis yang menjelaskan prinsip pengobatan, doa, dan beberapa bahan yang dipandang sebagai ikhtiar kesehatan, bukan jaminan kesembuhan mutlak. Islam menekankan usaha lahir (berobat) dan batin (doa & tawakal).

Berikut penjelasan yang benar dan seimbang:


1. Prinsip Umum: Setiap Penyakit Ada Obatnya

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan izin Allah.”
(HR. Muslim)

Makna:

  • Penyakit berat termasuk kanker bukan tanpa harapan
  • Kesembuhan tetap atas izin Allah, bukan semata obat

2. Habbatussauda (Jintan Hitam)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Gunakanlah habbatussauda, karena ia adalah obat bagi segala penyakit kecuali kematian.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan ulama:

  • “Segala penyakit” tidak dimaknai harfiah mutlak
  • Dipahami sebagai pendukung kesehatan dan daya tahan tubuh
  • Bukan pengganti pengobatan medis kanker

3. Madu sebagai Obat

Rasulullah ﷺ menganjurkan madu sebagai pengobatan (HR. Bukhari).

Makna:

  • Madu dikenal sebagai makanan sehat dan penguat tubuh
  • Digunakan sebagai pendamping pengobatan, bukan terapi utama kanker

4. Doa sebagai Terapi Spiritual

Rasulullah ﷺ membaca doa untuk orang sakit:

“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Manfaat doa:

  • Menenangkan jiwa
  • Menguatkan mental pasien
  • Membantu pasien menjalani pengobatan berat

5. Perintah Berobat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wahai hamba Allah, berobatlah, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”
(HR. Ahmad)

Makna penting:

  • Berobat adalah sunnah
  • Berobat ke dokter dan medis modern tidak bertentangan dengan Islam
dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan