Hadis yang menjelaskan prinsip pengobatan, doa, dan beberapa bahan yang dipandang sebagai ikhtiar kesehatan, bukan jaminan kesembuhan mutlak. Islam menekankan usaha lahir (berobat) dan batin (doa & tawakal).
Berikut penjelasan yang benar dan seimbang:
1. Prinsip Umum: Setiap Penyakit Ada Obatnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan izin Allah.”
(HR. Muslim)
Makna:
- Penyakit berat termasuk kanker bukan tanpa harapan
- Kesembuhan tetap atas izin Allah, bukan semata obat
2. Habbatussauda (Jintan Hitam)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Gunakanlah habbatussauda, karena ia adalah obat bagi segala penyakit kecuali kematian.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan ulama:
- “Segala penyakit” tidak dimaknai harfiah mutlak
- Dipahami sebagai pendukung kesehatan dan daya tahan tubuh
- Bukan pengganti pengobatan medis kanker
3. Madu sebagai Obat
Rasulullah ﷺ menganjurkan madu sebagai pengobatan (HR. Bukhari).
Makna:
- Madu dikenal sebagai makanan sehat dan penguat tubuh
- Digunakan sebagai pendamping pengobatan, bukan terapi utama kanker
4. Doa sebagai Terapi Spiritual
Rasulullah ﷺ membaca doa untuk orang sakit:
“Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Manfaat doa:
- Menenangkan jiwa
- Menguatkan mental pasien
- Membantu pasien menjalani pengobatan berat
5. Perintah Berobat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai hamba Allah, berobatlah, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”
(HR. Ahmad)
Makna penting:
- Berobat adalah sunnah
- Berobat ke dokter dan medis modern tidak bertentangan dengan Islam
