Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh
Prosesi aqiqah adalah kewajiban dalam agama Islam (bagi yang mampu) untuk mensyukuri kelahiran anak. Di Nagari Gauang adalah bagian dari tradisi yang sangat sarat dengan kearifan lokal.
Dimulai dengan memberi tahu kerabat dan handai taulan bahwa salah satu keluarga bermaksud meng-aqiqahkan anak atau cucu mereka. undangan dilakukan dengan mengantarkan sirih atau rokok.
Aqiqah ditandai dengan pemotongan kambing atau domba sehari sebelum acara diadakan. Jumlah kambing yang disembelih dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan, waktu kekah baik untuk anak perempuan maupun laki laki di nagari gauang pada umumnya sebelum nikah.
Mamangan ;
Manolah utang kini nangko
Yaitu utang kekah
Kok bak baban ringan lah andaknyo
Urang nan di bayie utang
Umuanyo panjang
Potong rambut.
Memang tidak harus menggunduli rambutnya. Namun ada sebagian orang yang mengharuskan menggunduli rambut si anak, dengan alasan bahwa rambut yang ada sejak lahir dianggap rambut yang masih kotor, dan alasan lainnya agar nanti rambut yang tumbuh menjadi lebih lebat.
Doa Mencukur Rambut / karek gombak
Doa mencukur rambut bayi saat aqiqah ini perlu dipanjatkan dan masuk ke dalam tata cara aqiqah dengan mendoakan bayi yang baru lahir. Berikut adalah doa yang dibaca saat mencukur rambut sang buah hati ketika menjalani prosesi aqiqah:
Bismillahirrohmanirohim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin, Allahumma nuurusamawawaati sa nuurusyamsi wal qomari. Allahuma sirrullah nuurunnubuwwati rosulullahi shollallahu ‘alaihi wassalam. Walhamdulillahi robbil ‘alamiin.
Nah, apabila rambut bayi sudah dicukur dianjurkan pula untuk meniup ubun-ubun si bayi. Ketika Anda meniup ubun-ubun ini, dianjurkan pula untuk membaca doa sebagai berikut ini:
Allahumma inni u’iiduhaa wadzuriyyatahaa bika minasy syaithoonir rojiim.
