Disusun Oleh: Dt. Rajo Batipueh
Kegiatan ziarah kubur seluruh warga yang laki-laki tua, muda serta anak-anak terlihat dengan semangat untuk melaksanakan ziara ke setiap Pemakaman untuk melakukan doa bersama agar arwah baik itu keluarga yang maupun masyarakat yang telah dipanggil oleh Allah SWT diberikan pengampunan atas dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan tempat yang layak disisiNya.
Kuburan yang diziarahi pada Bulan Syawal berbeda setiap harinya. Pada hari pertama/ ke Dua bulan Syawal di Guguak Limau Sirek, Koto Darek dan Junguik, hari ketiga, Cang Kamulau dan Tampek Gadang, hari ke empat, Kubang Epoh dan jirek Taratak, hari kelima, Jao dan Talua Gondan, hari Keenam , Tapuih dan Buah Pinang serta hari Ke tujuh, Guguak Kayu Api, Jirek Jauah dan Jirek Gadang.
Mamang :
Kito Pakawuakan urang tuo tuo kito
Nan tadahulu mati
Maninggkan cancan latieh ninik jo mamak
Korong kampuang
Banda buatan
Paga halaman
Taruko rambahan
Nan kareh lah kito jadikan ladang
Nan lunak lah kito jadikan sawah.
Barakek Jua di Anak Kamanakan Baliau Andaknyo.
Ayat Al- Qur’an
Ziarah kubur Nabi,
Surah Al-Nisa ayat 64
وَ ما أَرْسَلْنا مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ لِیطاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَ لَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جاؤُكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَ اسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّاباً رَحیماً
“Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang
Ziarah Kubur Pembesar Agama Dalam
Surah Al-Hajj ayat 32, Allah Swt berfirman:
ذلِكَ وَ مَنْ یعَظِّمْ شَعائِرَ اللَّهِ فَإِنَّها مِنْ تَقْوَی الْقُلُوبِ
“Demikianlah (manasik haji itu). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya tindakan ini adalah sebagian dari tanda ketakwaan hati” .
Ziarah Pemakaman Kaum Mukminin
Surah Al-Taubah ayat 84 Allah swt berfirman:
وَ لاتُصَلِّ عَلی أَحَدٍ مِنْهُمْ ماتَ أَبَداً وَ لاتَقُمْ عَلی قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَ رَسُولِهِ وَ ماتُوا وَ هُمْ فاسِقُونَ
“Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) orang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik
