Disusun Oleh: Dt. Rajo Batipueh
‘Basapa’ kegiatan ini hanya dilaksanakan pada bulan Syafar Tahun Hijriah. Pada bulan itulah ribuan jamaah tarekat Syatariah dari berbagai daerah melaksanakan tradisi ‘Basapa’.
Meyakini kemulian dan keagungan guru menjadi salah satu kunci seorang murid agar selalu berbaik sangka kepada gurunya. Memuliakan dan mengagungkan guru juga menjadi wasilah bagi seorang murid untuk selalu patuh dan tunduk terhadap segala hal yang diperintahkan oleh gurunya tersebut.
“Tradisi Basapa adalah kegiatan ziarah ke Makam Syekh Imam Marajo di Nagari Gauang. Kata Basapa sendiri diambil dari kata Syafar yang merupakan nama bulan dalam kalender Hijriah. Selain itu, tradisi Basapa merupakan penghormatan kepada Syekh Imam Marajo yang telah membawa dan mengajarkan agama Islam Nagari Gauang.
Tradisi Basapa biasanya dilaksankan pada tanggal 8 Syafar atau pada hari Rabu minggu pertama atau Minggu kedua bulan Syafar. Basapa ini dilakukan masyarakat sebagai ungkap rasa syukur dan terimakasih terhadap Syekh Imam Marajo atas jasanya mengembangkan ajaran Islam di Nagari Gauang.
Mamangan
Kito Kana arwah urang tuo tuo kito
Baiak nan mati didarek
Baik nan mati di lawik
Baik nan mati di Korong perkampungan
Baik nan mati di gajah bangkahulu
Baik nan mati di rimbo batang asai
Baik nan mati di perbatasan islam Kamari
Samo kito mintakan jo do’a kapado Allah Nabi kito
Muhamad. S.AW.
Doa untuk Arwah Penghuni Makam Mualla, Syubaikah, Baqi‘, dan Mereka yang Tidak Pernah Diziarahi.
وَإِلَى أَرْوَاحِ سَادَاتِنَا أَهْلِ المُعَلَّا وَالشُّبَيْكَةِ وَالبَقِيْعِ وَأَمْوَاتِ المُسْلِمِيْنَ كَافَّةً عَامَّةً وَفِي صَحَائِفِ مَنْ لَا زَائِرَ لَهُ وَلَا ذَاكِرَ لَهُ عُمَّ الجَمِيْعَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya, “Dan kepada arwah pemimpin kami, yaitu ahli kubur Mualla, Syubaikah, Baqi‘, semua arwah umat Islam, dan pada lembaran ahli kubur yang tidak diziarahi dan tidak diingat, ratakanlah semuanya dengan rahmat-Mu, wahai zat yang maha penyayang.”
