Sen. Mei 11th, 2026

Barcelona Pertahankan Gelar La Liga

Afp 20260510 b2fd82r v2 midr
foto

Dawai News, Jakarta – Barcelona mempertahankan gelar La Liga musim 2025/2026 tidak diraih dengan cara mudah. Di bawah arahan Hansi Flick, klub asal Catalunya itu mampu menunjukkan konsistensi luar biasa hingga memastikan gelar juara lebih cepat.

Kemenangan 2-0 atas rival abadi mereka, Real Madrid, dalam laga El Clasico di Camp Nou menjadi penegas dominasi Blaugrana musim ini. Dengan tiga pertandingan tersisa, Barcelona unggul 14 poin dari Los Blancos di posisi kedua klasemen.

Lionel Messi tetaplah seorang Cules alias pendukung Barcelona meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari mereka saat sukses memenangkan gelar juara Liga Spanyol.

Megabintang asal Argentina tersebut tidak mau ketinggalan untuk merayakan kesuksesan raksasa Catalunya tersebut.

Messi turut membagikan sebuah unggahan yang cukup emosional usai Barcelona memastikan diri menjadi kampiun Liga Spanyol 2025-2026.

Barca sukses menyabet gelar juara Liga Spanyol ke-29 sepanjang sejarah klub usai memetik kemenangan krusial atas rival abadinya, Real Madrid.

Kesuksesan tersebut juga tidak lepas dari sejumlah faktor penting, mulai dari perkembangan pemain muda, kontribusi kolektif tim, hingga kembalinya atmosfer magis Camp Nou.

Lamine Yamal Makin Matang

Lamine Yamal Makin Matang

Selebrasi Lamine Yamal dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di La Liga 2025/2026, Kamis (23/4/2026). (c) AP Photo/Joan Monfort

Nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan utama dalam perjalanan Barcelona musim ini. Wonderkid berusia 18 tahun tersebut tampil semakin matang dan efektif di lini serang.

Jika musim lalu Yamal dikenal dengan gaya bermain eksplosif dan agresif menusuk pertahanan lawan, musim ini ia berkembang menjadi pemain yang jauh lebih menentukan di area akhir. Winger Timnas Spanyol itu sukses mencatatkan 16 gol dan 12 assist di La Liga, menjadikannya pemain paling produktif di skuad Barcelona.

Performa Yamal sebenarnya sempat terganggu akibat cedera pangkal paha pada awal musim. Selain itu, beberapa persoalan di luar lapangan juga sempat memengaruhi performanya. Namun, ia tetap mampu memberikan kontribusi penting untuk tim.

Momentum kebangkitan Yamal terlihat sejak Februari lalu ketika ia mencetak hattrick ke gawang Villarreal CF. Sejak saat itu, performanya terus menanjak dan menjadi salah satu kunci utama Barcelona mengunci gelar juara.

Kekuatan Kolektif Jadi Senjata Utama

Kekuatan Kolektif Jadi Senjata Utama

Barcelona memastikan gelar juara La Liga setelah mengalahkan Real Madrid di Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Selain Yamal, Barcelona juga mendapat kontribusi besar dari Pedri. Gelandang asal Spanyol tersebut kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini.

Meski demikian, keberhasilan Barcelona musim ini tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja. Flick berhasil membangun kekuatan kolektif yang solid di tengah keterbatasan finansial klub.

Di lini depan, Robert Lewandowski dan Ferran Torres memang belum tampil konsisten sepanjang musim. Namun, keduanya tetap mampu menyumbang lebih dari 10 gol di kompetisi domestik.

Kontribusi penting juga datang dari Raphinha yang tetap produktif meski beberapa kali diganggu cedera. Sementara itu, Marcus Rashford, Fermin Lopez, dan Dani Olmo turut memberikan sumbangan gol dan assist yang signifikan.

Tak hanya pemain bintang, beberapa nama yang sebelumnya diragukan juga tampil mengejutkan. Eric Garcia dan Gerard Martin berhasil membungkam kritik setelah tampil solid sepanjang musim.

Real Madrid Gagal Menemukan Keseimbangan

Real Madrid Gagal Menemukan Keseimbangan

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam pertandingan La Liga melawan Barcelona, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Di sisi lain, musim ini menjadi periode yang sulit bagi Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol itu kembali menutup musim tanpa trofi besar.

Madrid memulai musim bersama Xabi Alonso dengan harapan mampu menyaingi dominasi Barcelona. Namun, proyek tersebut tidak berjalan mulus hingga akhirnya presiden klub Florentino Perez memutuskan melakukan pergantian pelatih pada Januari.

Masalah terbesar Madrid musim ini adalah kegagalan menemukan keseimbangan permainan. Kehadiran Kylian Mbappe ternyata belum mampu membawa stabilitas bagi tim.

Kolaborasi Mbappe bersama Vinicius Junior dan Jude Bellingham kerap terlihat belum padu. Akibatnya, performa Madrid tidak konsisten sepanjang musim.

Kedatangan Alvaro Arbeloa sempat memberikan energi baru di ruang ganti. Namun, perubahan tersebut tetap gagal mengangkat performa tim secara signifikan.

Joan Garcia Jadi Solusi di Bawah Mistar

Joan Garcia Jadi Solusi di Bawah Mistar

Kiper Barcelona, Joan Garcia (c) AP Photo/Jon Super

Salah satu keputusan terbaik Barcelona musim ini adalah mendatangkan kiper Joan Garcia dari RCD Espanyol.

Sebelumnya, posisi penjaga gawang sempat menjadi sorotan setelah performa Marc-Andre ter Stegen dinilai menurun dalam beberapa musim terakhir.

Cedera yang dialami Ter Stegen musim lalu membuat Barcelona sempat merekrut Wojciech Szczesny secara darurat. Meski tampil cukup baik, Barcelona akhirnya memutuskan mencari solusi jangka panjang lewat Joan Garcia.

Keputusan itu terbukti tepat. Di tengah strategi garis pertahanan tinggi ala Flick yang cukup berisiko, Garcia mampu tampil impresif dan menjadi kiper dengan jumlah clean sheet terbanyak di La Liga musim ini, yakni 15 pertandingan tanpa kebobolan.

Camp Nou Kembali Jadi Benteng Kuat

Camp Nou Kembali Jadi Benteng Kuat

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan La Liga kontra Real Madrid, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Faktor lain yang ikut membantu keberhasilan Barcelona adalah kembalinya mereka ke Camp Nou.

Setelah sempat tertunda selama satu tahun akibat renovasi stadion, Barcelona akhirnya kembali menggunakan markas legendaris mereka pada November 2025.

Momen comeback tersebut langsung disambut kemenangan meyakinkan 4-0 atas Athletic Bilbao. Sejak saat itu, Camp Nou kembali menjadi benteng menakutkan bagi lawan-lawan Barcelona.

Blaugrana bahkan belum terkalahkan di kandang sepanjang musim La Liga 2025/2026. Mereka kini berpeluang menutup musim dengan rekor sempurna di laga kandang apabila mampu mengalahkan Real Betis pada pertandingan tersisa. bola

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan