Dawai News, Solok – Perpustakaan tidak lagi identik dengan tumpukan buku di ruangan sunyi, tetapi sudah bertransformasi menjadi pusat informasi dan ruang belajar kreatif berbasis digital.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, Eko Gunanto, S.Pd, saat membuka acara Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Video Konten Literasi untuk Masayarakat Kabupaten Solok, Ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Koto Baru, Selasa, 30 Juni 2026.

Kadis melanjutkan, Perpustakaan digital merupakan sebuah sistem atau koleksi sumber informasi yang disediakan dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui jaringan komputer, seperti internet.
Jadi jelas Kadis, konsep perpustakaan digital menggabungkan teknologi informasi untuk mengelola, menyimpan, dan mendistribusikan berbagai macam sumber daya informasi, seperti buku, artikel, jurnal, gambar, audio, video, dan dokumen lainnya dalam format digital serta litersi digital
Selanjutnya terang Kadis, Literasi digital merupakan kecakapan individu dalam menggunakan, memahami, mengevaluasi, dan menciptakan informasi menggunakan teknologi digital secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab.

Kemampuan ini tidak hanya sebatas bisa mengoperasikan gawai, tetapi juga memahami etika, keamanan, dan dampak sosial dari aktivitas di ruang digital, tambah Kadis.
Literasi digital berpedoman kemampuan untuk mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari,
Kemudian tukuk Kadis, kemampuan mengenali, mempolakan, menerapkan, dan meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi serta keamanan siber.

Kemampuan membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.
Kemudian kemampuan menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. ek
