Dawai News, Jakarta – Negosiasi dengan Iran, Presiden Donald Trump mengeklaim berjalan lancar, dan dia meyakini Iran telah menyetujui hampir semua tuntutan utama Amerika Serikat.
“Kami sedang bernegosiasi. Saya pikir mereka telah menyetujui hampir semua yang kami butuhkan,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan CNBC.
Trump juga menegaskan kembali bahwa AS tidak berupaya melakukan perubahan rezim di Iran. Dia mengatakan tujuan utama Washington adalah tetap mencegah Teheran mempunyai senjata nuklir.
“Kami tidak mencari perubahan rezim. Saya mencari sesuatu yang sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” imbuh Trump.
Dia juga membela tindakan AS baru-baru ini terhadap Iran, dengan mengatakan negara itu telah “benar-benar dikalahkan secara militer”.
“Saya telah mengalahkan mereka secara militer. Mereka benar-benar dikalahkan secara militer. Mereka masih memiliki beberapa rudal, kita juga bisa menghancurkannya, dan saya menyerang mereka tiga kali minggu lalu dengan sangat keras, karena mereka mengirimkan drone ke sebuah kapal,” ujar Trump.
Pekan ini delegasi AS dan Iran telah menyelesaikan putaran negosiasi tidak langsung di Qatar. Dalam pertemuan itu, salah satu fokus yang dibahas adalah soal Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan negosiasi ini menghasilkan “kemajuan positif” dalam isu terkait memorandum dan “berdasarkan hasil” dari KTT di Swiss.
Senada, Trump mengatakan kedua pihak sedang membuat kemajuan terkait kemungkinan pembatasan program nuklir Iran.
“Denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita akan lihat hasilnya,” kata Trump, dikutip Reuters.
Ketua delegasi negosiasi Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, mengatakan pembicaraan memang sudah selesai. Kedua pihak tidak mengatakan apakah mereka berhasil menjembatani perbedaan yang ada.
Pembahasan Selat Hormuz itu sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS-Iran pada Juni lalu di lokasi yang berbeda, tanpa tatap muka.
Dalam MoU tersebut dijelaskan Selat Hormuz akan dibuka untuk kelancaran lalu lintas global dan pasukan AS berhenti memblokade Iran. cnn
