Kam. Okt 29th, 2026

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Tutup Festival Literasi Kab. Solok 2026

WhatsApp Image 2026 10 29 at 14.52.41 (1)
foto

Dawai News, Solok – Asisten Administasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Solok (III), Eva Nasri menutup Festival Literasi Kabupaten Solok Tahun 2026 di halaman MPP, Koto Baru, 29 Oktober 2026.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta penghargaan bagi stand literasi terbaik.

Dalam sambutannya, Eva menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang melibatkan pemerintah Nagari, perguruan tinggi, komunitas, sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menyukseskan festival tersebut, yang sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Solok, DR (HC) Jhon Firman Pandu.

“Festival literasi ini diharapkan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Bone yang memiliki pengetahuan, kemampuan membaca, dan keterampilan belajar yang kuat. Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital dan keuangan,” ujarnya

Ia mengatakan, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar budaya membaca dapat tumbuh dari Nagari, kampus, komunitas, hingga lingkungan keluarga.

Eva juga mengingatkan pentingnya membaca sebagai fondasi dalam menuntut ilmu.

Ia merujuk pada pesan Iqra atau perintah membaca dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kebiasaan membaca tidak dapat disamakan dengan sekadar mengonsumsi konten di media sosial. Membaca dan belajar secara mendalam dapat memperluas wawasan, memperkuat pemahaman, serta membentuk pola pikir kritis.

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa kebenaran informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.

“Tantangan kita hari ini adalah perubahan digital yang begitu cepat. Anak-anak harus dibiasakan membaca, belajar, dan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya, bukan diterima begitu saja,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebiasaan berliterasi harus dibangun secara bersama-sama oleh orang tua, guru, pemerintah, dan lingkungan masyarakat agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Eva menyoroti keterlibatan Nagari dalam Festival Literasi Kabupaten Solok yang dinilainya masih perlu ditingkatkan.

Ia mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama pemerintah kecamatan dan Nagari untuk memperluas keterlibatan Nagari, termasuk mendorong keberadaan dan pengembangan perpustakaan Nagari sebagai pusat belajar masyarakat.

Asisten mencontohkan Nagari Labuah Panjang sebagai salah satu Nagari yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan perpustakaan dan literasi hingga meraih prestasi di tingkat Provinsi.

Ia berharap semakin banyak Nagari yang terlibat aktif dalam festival literasi pada tahun mendatang.

Tak hanya pemerintah Nagari, perguruan tinggi dan komunitas literasi juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya membaca.

Menurutnya, dukungan perguruan tinggi perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam membangun lingkungan yang mendukung pengembangan pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, dan gedung. Pembangunan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama karena kualitas manusia tumbuh melalui kebiasaan belajar, lingkungan yang mendukung, serta pendampingan orang tua dan guru.

Anak-anak, lanjutnya, perlu dibiasakan membaca, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan bersikap kritis agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Kita harus menciptakan lingkungan yang membiasakan anak-anak mencintai ilmu pengetahuan, rajin membaca, berdiskusi, dan berani berpikir kritis,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba dan penerima penghargaan stan literasi terbaik. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran peserta dan pengunjung juga merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di Kabupaten Solok.

Ia berharap Festival Literasi Kabupaten Solok pada tahun berikutnya dapat diselenggarakan lebih meriah, melibatkan lebih banyak desa, perguruan tinggi, dan komunitas, serta menghadirkan kegiatan yang semakin berkualitas. dw

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan