Sel. Apr 7th, 2026

Jangan Busuk Hati

Download
ilustrasi

Disusun Oleh: Dawai

Jangan busuk hati, Karena busuk hati sinonimnya iri hati, dengki, khianat dan jahat. Sedangkan iri hati bermakna kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dan sebagainya); cemburu; sirik; dengki.

Dengki atau Hasad adalah perasaan tidak senang atau iri hati terhadap kenikmatan atau keberuntungan yang dimiliki orang lain, serta keinginan agar kenikmatan tersebut hilang dari orang tersebut. Hasad adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dalam Islam.

Karena Islam mengajarkan untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan untuk mendoakan kebaikan bagi orang lain, bukan sebaliknya.

Untuk memahami lebih dalam, kita perlu melihat akar kata dari bahasa Arab yang membentuk kata ini.

Makna Hasad  Berdasarkan  Akar Kata bahasa Arab

 Hasad terdiri dari tiga huruf akar: ح (ha), س (sin), dan د (dal). 

Akar kata ini memberikan makna dasar yang penting untuk memahami istilah tersebut.

1. ح (Ha): 
Huruf ini sering kali menunjukkan sesuatu yang bersifat emosional dan mendalam. Dalam konteks hasad, ini merepresentasikan perasaan yang kuat dan membara di dalam hati.

2.س (Sin):
Huruf ini menyiratkan pergerakan atau perubahan. Ini menunjukkan bahwa perasaan hasad tidak statis; perasaan ini terus berkembang dan mempengaruhi pikiran serta tindakan seseorang.

3.د (Dal):
Huruf ini menandakan kedalaman atau intensitas. Dalam hasad, perasaan dengki ini tidak dangkal tetapi sangat mendalam dan intens.

Definisi Istilah

Dalam  konteks syariat, hasad dapat diartikan sebagai berikut:
“تَمَنِّي زَوَالِ نِعْمَةِ الْمَحْسُودِ وَحُصُولِهَا لِلْحَاسِدِ”
“Tamanni zawāl ni’mat al-maḥsūd wa ḥuṣūlihā lil-ḥāsid”

Artinya: “Keinginan agar nikmat yang dimiliki oleh orang yang didengki hilang dan berpindah kepada orang yang hasad.”

Hasad adalah perasaan di mana seseorang menginginkan agar kenikmatan atau kelebihan yang dimiliki oleh orang lain hilang atau berpindah kepada dirinya.

Allah SWT. berfirman:
“أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ””
(Am yaḥsudūn an-nāsa ‘alā mā ātāhumullāhu min faḍlih)

Artinya: “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad dan pengikutnya) karena karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka?” (QS. An-Nisa’: 54)

Ayat ini menunjukkan bahwa hasad adalah perilaku yang tidak disukai oleh Allah dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Rasulullah  SAW. bersabda:
“إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ”
(Iyyākum wal-ḥasad, fa-inna al-ḥasada ya’kulu al-ḥasanāt kamā ta’kulu an-nāru al-ḥaṭab). 
Artinya: “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).

Hadits ini menggambarkan bahaya dari sifat hasad yang bisa merusak amal kebaikan seseorang.

Penyebab Hasad

1. Kebencian dan Permusuhan:
     Hasad sering kali muncul dari kebencian atau permusuhan terhadap orang lain.
   Allah SWT berfirman: 
“وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا”
   “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling berpaling, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

2. Ambisi dan Keserakahan:
     Keinginan untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain bisa memicu hasad.
   “وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا”
   “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 32)

3. Kurangnya Keimanan:
 Ketidakmampuan untuk bersyukur dan menerima ketentuan Allah dapat menimbulkan hasad.
        Allah SWT berfirman: 
“وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا”
   “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 32)

4. Pengaruh Lingkungan:
     Lingkungan sosial yang tidak sehat dapat mempengaruhi seseorang untuk merasa iri dan dengki.
   “إِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ”
   “Dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

Ciri-Ciri Hasad

1. Merasa Tidak Senang:
      Tidak merasa senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat.
   “…وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ”
   “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)

2. Membicarakan Keburukan:
     Sering kali membicarakan keburukan atau kekurangan orang yang ia dengki.
   Rasulullah SAW bersabda: 
“لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا”
   “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling berpaling, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

3. Menghindari Kebaikan:
   Menghindari memberikan pujian atau pengakuan terhadap kebaikan orang lain.
      “وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ”
   “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)

4. Tindakan Sabotase:
   Berusaha untuk menghalangi atau merusak kenikmatan yang dimiliki orang lain.
   “إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ”
   “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

Efek dan Bahaya Hasad

Efek Individu

1. Kehilangan Kedamaian
      Hati menjadi tidak tenang dan selalu gelisah.
   Ibnu Umar berkata: “Demi Allah, sungguh saya sangat tidak suka terhadap hati yang penuh dengan hasad.”

2. Menghilangkan Amal Kebaikan:
   Hasad dapat menghapus pahala kebaikan yang telah dilakukan.
      “إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ”
   “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

3. Jiwa yang Terpenjara
   Hidup dalam hasad berarti hidup dalam kebencian dan ketidakpuasan.
       Rasulullah SAW bersabda: 
“لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا”
   “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling berpaling, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

          Efek Sosial

1. Memecah Belah:
      Hasad bisa menyebabkan perselisihan dan perpecahan dalam komunitas atau jamaah.
   “وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا”
  
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 32)

2. Menurunkan Solidaritas:
      Menurunnya rasa saling percaya dan solidaritas antar anggota masyarakat.
      Rasulullah SAW bersabda: 
“لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا”
   “Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling berpaling, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

3. Merusak Keharmonisan:
     Lingkungan yang dipenuhi hasad akan kehilangan keharmonisan dan kedamaian.
      “وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ”
   “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)

Solusi Mengatasi Hasad ( Penyakit Dengki)

1. Meningkatkan Keimanan:
       Memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT.
          “إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ”
   “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

2. Bersyukur:
   Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
       “وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ”
   “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS. Ibrahim: 7)

3. Memperbanyak Berdoa
      Berdoa agar dijauhkan dari sifat hasad dan iri hati.
     Rasulullah SAW bersabda: “يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ”
   “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)
  
4. Mengembangkan Empati:
   Meningkatkan empati dan rasa kasih sayang terhadap sesama.
        “وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ”
   “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)

5. Menghindari Lingkungan Negatif:
      Menghindari lingkungan yang bisa memicu perasaan hasad.
   Rasulullah SAW bersabda: 
“الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ”
   “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud)

Dalam sebuah tulisan bertajuk “Hati-Hati dengan Dengki” di republika.co.id, KH Abdullah Gymnastiar mengatakan, “Kenapa iblis tak mau bersujud kepada Nabi Adam as? Sebab, iblis sangat dengki terhadapnya. Karena itu, barang siapa di antara kita memiliki sifat dengki, maka sungguh kita telah memiliki salah satu sifat iblis.”

Selanjutnya, Aa Gym, begitu ia lebih dikenal, menuliskan, “Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu.”

“Seorang pendengki hidupnya tak akan mulia di dunia. Malaikat pun akan muak kepadanya. Jika kelak mati, ia akan mendapatkan kedudukan yang teramat hina di hadapan Allah”, sambungnya.

“Demikian pula di Yaumul Hisab timbangannya akan terbalik, sehingga neraka jahanam pun siap menerkamnya. Itulah nasib malang yang akan Allah timpakan kepada seorang pendengki”, kata Aa Gym.

Meskipun ada pengecualian, Islam, agama yang yakini, memang tak memberikan ruang untuk busuk hati bagi umatnya. Sangat melarangnya.

Jangan busuk hati, karena iri atau dengki adalah penyakit diri, bukan prestasi terpuji. ********

dw

By dw

Related Post

Tinggalkan Balasan