Disusun Oleh: Dt. Rajo Batipueh
Adat nan ter adat merupakan adat yang telah menjadi kebiasaan turun temurun atau tata cara adat nan di adatkan yang di buat dengan kesepakatan Ninik Mamak.
Ciri cirinya
- Dibuat berdasarkan musyawarah
- Adat tersebut memenuhi aturan adat nan di adatkan
- Dapat di tambah atau di kurangi
Usang usang di pabaruhi
Lapuak lapuak di kajangi
Adat salingka nagari
Pusako salingka Korong
- Bidang Hukum
– Nikah Kawin
- Nikah Kawin Tanpa Sepengetahuan Ninik Mamak
- Anak kemenakan yang salah di panggil oleh mak rumah kaum/ pemangku adat untuk di sidangkan dalam kaum
- Diberi tahu penghulu suku dengan membawa keris/tanda minat
- Panghulu suku memanggil malin, manti dan dubalang untuk dirembukkan tentang keris atau tanda minat dari kaum yang salah
- Sudah terjadi kesepakatan oleh penghulu dengan malin, manti dan dubalang, tanda minat di antarkan kekerapatan.
- Kerapatan merapatkan dengan seluruh ninik mamak di Nagari Gauang tentang penerimaan tanda minat yang ada tersebut.
- Tanda minat diterima oleh seluruh ninik mamak, baru kerapatan menyidangkan
- Sidang kerapatan tersebut di hadiri oleh ninik mamak, jinih nan ampek, mak rumah, urang tuo, bundo kanduang, pengurus KAN, Wali Nagari, Ketua BMN dan dunsanak yang di sidangkan.
- Dalam sidang di pimpin oleh dewan hakim ( Penghulu suku )
- Persidangan berpedoman kepada limbago nan sapuluh untuk menjatuhkan hukuman kepada anak kemenakan yang bersalah.
- Kesalahan anak kemenakan biasanya tentang nikah kawin, sako, pusako dan sangsoko tanpa sepengetahuan mamak/ninik mamak dalam sukunya.
- Setelah di jatuhkan vonis bersalah tentang nikah kawan, biasanya pucuk sirih jawih atau kambiang, dibantai jawih atau kambiang, mambayie uang sidang dan di jamu anak nagari dirumah kaum/ anak kemenakan yang bersalah.
- Kalau Niniak Mamak/ Urang Ampek Jinih/Urang Tuo/ Mamak Rumah yang Bersalah dipupuih /Diapuih Balang, Dibuang/ ditinggakan sapanjang adat Nagari Gauang.
- Pusako (Tanah)
- Pagang Gadai
Bersambung
