Disusun Oleh : Dt. Rajo Batipueh
Tata Cara Menggali Kubur :
- Sebelum di gali kubur di cacak/ di doakan oleh alim ulama
- Menggali kubur yang menjadi tuan rumah adalah kaum bapak dan kaum dari si mayat
- Setelah selesai kubur baru di buat rumah sudah atau lubang lahat.
- Sebelum lubang lahat di buat harus di do’a kan, pada umumnya yang mendo’a kan adalah bapak dari si mayat dan langsung menggali Rumah sudah.
Tata cara pergi kepasar
- Kepasar adalah pihak dari kaum simayat/ orang yang sesuku / sanda manyada dan pihak dari bapak si mayat / sesuku dengan bapak/sanda manyada dengan bapak.
- Alat yang di beli dipasar, kain kafan, kapas, minyak duyun, air mawar, lapiak, celana pintalon kalau laki laki meninggal/ sampiang kalau perempuan meninggal, tikar pandan, cabe, bada, kemenyan, samek, limau puruik, pariuk laka/ ember bertutup kalau perempuan meninggal dan uang kecil.
- Bapak juga menyediakan papan untuk menutup rumah sudah / lahat.
Tata cara membuat usung usungan / tandu
- Tandu dibuat dari bambu
- Tandu dalam pembuatannya yang bertanggung jawab anak dari suku yang meninggal/ anak pisang dan atau dari pihak bapak serta membuatnya di bantu masyarakat yang lain.
- Kalau anak/ belum baliqh yang meninggal dibawa kekubur dengan cara di dukung oleh sanak family dari bapaknya.
Tata cara memandikan mayat
- Mayat dimandikan dengan cara di peluk oleh anak pisang/ anak yang sesuku dan pihak bapak.
- Kepala di pegang / di sandar oleh yang sesuku atau sandaran dari pihak si mayat.
- Baru di siram dengan air dan di sabuni sampai bersih
- Dibersihkan anusnya oleh pihak bapak
- Di wudukkan , di limaukan , di air tujuhkan oleh alim ulama
- Selesai di bawa ketempat menkafani biasanya di bagian pangkal rumah kaum/ rumah anak bagi yang meninggal perempuan.
- Di kafani menurut Islam
Tata cara mayat di bawa kekubur
- Mayat di angkat ketandu (usung usungan dari bambu) oleh anak, anak pisang dan family dari bapak.
- Sebelum tandu dibawa, sepatah kata dari family simayat.
- Bagi Anta ma Anta dan Sanda Mayanda Kalau mayat laki laki yang diantarkan ke kuburan yang ma antakan adalah laki laki dengan kain yang disandang (di bawa) kain barangkok/ kaian sarung. Kalau mayat perempuan yang mengantarkan adalah perempuan yang dabawanya adalah kain panjang/ sampiang.
- Tandu dibawa oleh anak pisang atau masyarakat
- Mayat di shalatkan di masjid/surau.
- Imam Shalat biasanya anak Simayat atau Alim Ulama
- Sesudah Shalat Mayat di bawa Kepandan Perkuburan
- Mayat dikuburkan , biasanya yang mengangkat mayat ke dalam kuburnya, anak, anak pisang dan Famili Bapak dari Simayat.
- Mayat setleh selesai menguburkan di siramkan limau ditanah perkuburan
- Mayat di do’a kan
Doa untuk orang meninggal perempuan
للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Arab Latin: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.
Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah, dan lepaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.
Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungi-lah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”
4. Doa untuk orang meninggal laki-laki
لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Arab Latin: Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.
Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah dan lepaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.
Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.” ******
